Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNP Temukan Kelinci Belang Sumatra, Spesies Langka di Ambang Kepunahan

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNP Temukan Kelinci Belang Sumatra, Spesies Langka di Ambang Kepunahan Doc: Antara
Ket. Seekor kelinci belang sumatra tertangkap kamera peneliti dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, yang tergabung dalam kelompok riset keanekaragaman hayati Sumatera.

Padang - Tim peneliti Universitas Negeri Padang yang tergabung dalam kelompok riset keanekaragaman hayati Sumatera menemukan kelinci belang sumatra (Nesolagus netscheri) yang dinyatakan terancam punah pada 1996 oleh International Union for Conservation of Nature Red List.

"Kelinci belang sumatra ini kami temukan di salah satu hutan kawasan konservasi di Sumatera Barat, dan ini menjadi penting bagi dunia konservasi," kata Ketua Tim Peneliti Universitas Negeri Padang (UNP) Sandi Fransisco Pratama di Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/7).

Sandi mengatakan penelitian tentang satwa endemik Sumatera ini sudah dimulai sejak Juli 2024 namun pemasangan kamera baru dilakukan pada Desember 2024, dan terus berlanjut hingga Mei 2025. Setiap bulan, para peneliti yang juga mendapat dukungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar itu terus memantau kamera pengintai apakah sudah membuahkan hasil atau belum.

Ia mengatakan penelitian tersebut berangkat dari status konservasi kelinci endemik Sumatera yang saat ini dalam status kekurangan data atau data deficient karena minimnya data tentang satwa dilindungi undang-undang tersebut.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim peneliti yang juga melibatkan mahasiswa UNP merasa penting untuk menggali lebih banyak data tentang kelinci belang sumatra di kawasan hutan Sumbar.

"Apalagi, kelinci ini termasuk satwa yang paling langka di dunia dan kami merasa ini penting sekali bagi ilmu pengetahuan dan dunia konservasi," ujar dia.

Selain melakukan penelitian satwa endemik di Pulau Sumatera, tim peneliti juga secara terus menerus mengedukasi masyarakat terkait dengan upaya konservasi spesies satwa dilindungi.

Langkah ini diharapkan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga serta melindungi satwa-satwa dilindungi, bahkan yang terancam punah di kawasan hutan.

Hingga saat ini para peneliti yang ikut terlibat langsung belum bisa mengidentifikasi jenis kelamin hingga perkiraan populasi kelinci belang sumatra yang ditemukan tersebut.

"Namun, penelitian lanjutan mengenai satwa nokturnal ini akan terus dilanjutkan mengingat pentingnya menjaga kesinambungan spesies atau populasi hewan bernama latin Nesolagus netscheri tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Olahraga
Balapan Moto2, Nasib Serupa...
Olahraga
Berat, Perjuangan Veda Ega,...
Daerah
Penguatan UMKM Dilaksanakan...

Doakan Atlet Sumaya, Hari Ini akan Berjuang di Final Teqball

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Doakan Atlet Sumaya, Hari I...
Megapolitan
Jakarta Minggu Pagi Bakal C...
Megapolitan
Festival Bahari Bisa Menjad...
Advertisement
Doakan Atlet Sumaya, Hari Ini akan Berjuang di Final Teqball

Doakan Atlet Sumaya, Hari Ini akan Berjuang di Final Teqball

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.