Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan Antara Kamboja dan Thailand Kian Memanas

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 02:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketegangan Antara Kamboja dan Thailand Kian Memanas Doc: AFP
Ket. Mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra (kanan) berjalan berdampingan dengan mantan PM Kamboja, Hun Sen, saat keduanya bertemu di Phnom Penh pada Agustus 2023 lalu.

SINGAPURA - Keretakan hubungan antara Thailand dan Kamboja semakin dalam setelah pemerintah Thailand pada Minggu (20/7) mengecam negara tetangganya karena diduga memasang ranjau darat anti-personel di sepanjang perbatasan bersama mereka yang mengakibatkan tiga tentara Thailand terluka dalam ledakan pekan lalu.

Hal ini terjadi bahkan ketika mantan pemimpin kedua negara terus bertengkar, dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mengatakan bahwa dia tidak ingin berkomunikasi dengan mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, padahal keduanya pernah dianggap sebagai sekutu dekat saat mereka masih berkuasa.

Namun serangan terakhir Hun Sen pada Minggu tampaknya menyindir  masalah hukum yang dihadapi Thaksin setelah Thaksin pada akhir pekan mengatakan kepada media Thailand bahwa ia telah berhenti berkomunikasi dengan mantan sekutunya itu.

Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Hun Sen mengatakan bahwa dialah yang seharusnya berhenti berkomunikasi dengan Thaksin setelah putri Thaksin bertingkah sombong dan memandang rendah dirinya, merujuk pada mantan PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra.

"Saya tidak tertarik berbicara dengan seseorang yang telah dihukum dan sedang bersiap menghadapi tuntutan tambahan. Jadi, jangan terlalu membanggakan diri sendiri. Berbicara dengan Anda hanya akan menyusahkan saya!" tulis Hun Sen, seperti dilansir media berita Thailand, The Nation.

Thaksin sebelumnya pada Sabtu (19/7) mengatakan kepada media Thailand bahwa ia bertekad untuk berhenti berkomunikasi dengan Hun Sen, dengan alasan kekhawatiran bahwa percakapannya direkam secara diam-diam.

Mantan pemimpin Kamboja itu juga mengkritik Thaksin karena menyebutnya “tidak bermoral” sebelumnya.

“Saya ingin bertanya kepada Anda, jika saya kurang bermoral, mengapa Anda mengandalkan saya selama 19 tahun, dari tahun 2006 hingga 2025, terus-menerus mendengarkan nasihat saya dan bahkan memanggil saya 'Pemimpin Nomor Satu'?” tanya Hun Sen.

Insiden Ranjau

Sementara itu mengenai masalah di perbatasan, Kementerian Luar Negeri Thailand pada Minggu mengatakan bahwa pemasangan ranjau darat tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan pelanggaran kedaulatan Thailand.

Pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Nikorndej Balankura itu muncul setelah tiga tentara Thailand terluka menyusul ledakan di dekat daerah perbatasan Chong Bok di Provinsi Ubon Ratchathani pada 16 Juli lalu, The Nation melaporkan.

Ditambahkan oleh jubir itu bahwa pemeriksaan oleh otoritas Thailand menemukan bahwa ranjau darat yang digunakan dalam insiden tersebut baru saja ditanam dan bukan bagian dari gudang senjata atau inventaris Thailand.

"Pemerintah Thailand mengutuk keras penggunaan ranjau darat anti-personel. Tindakan tersebut melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Thailand serta secara langsung melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Nikorndej.

Sementara itu, Bangkok Post melaporkan bahwa militer Thailand telah memulai operasi pembersihan ranjau di daerah perbatasan Chong Bok, yang juga dikenal sebagai Mom Bei di Kamboja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.