Perjuangan Elpiji 12 Kg: Si Merah Muda Menembus Pedalaman Mentawai
📅 Senin, 21 Jul 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain menjual gas, Musrizal juga melakukan kampanye dan sosialisasi agar warga mau membeli gas menggantikan minyak tanah. Banyak alasan, di antaranya masyarakat takut gas itu meledak.
Musrizal juga tak enggan membantu menunjukkan cara memasang regulator gas yang benar.
Ia menekankan kepada warga tentang perbandingan harga pemakaian minyak tanah dalam satu dengan gas 12 kilogram yang bisa dipakai selama 4-6 bulan.
Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Imam Mohamad mengatakan, secara umum masyarakat di Mentawai hingga saat ini masih menggunakan minyak tanah untuk memasak.
Sebaiknya Anda baca juga:
?"Tidak ada kuota elpiji 3 kilogram di Mentawai karena di warga di sana masih menggunakan minyak tanah. Adapun penggunaan elpiji terbatas pada Bright Gas dan mayoritas penggunaannya untuk sektor usaha hotel atau restoran," katanya.
Imam menyebutkan, saat ini setidaknya terdapat dua agen yang mensuplai kebutuhan LPG Bright Gas (NPSO), sedangkan penyalurannya diangkut oleh agen melalui kapal untuk kemudian didistribusikan ke desa-desa di sana.
Hingga saat ini belum ada outlet resmi Pertamina di Mentawai yang menjual Bright Gas, katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harga LPG Bright Gas (non subsidi) setelah di Mentawai berada di kisaran harga Rp290 ribu sampai Rp300 ribu untuk isi ulang 12 kilogram. Sedangkan yang 5,5 kilogram berada di kisaran harga Rp180 ribu sampai Rp200 ribu per tabung.
Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat Erick Kurniawan mengatakan, penyaluran LPG tiga kilogram bersubsidi belum diizinkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai karena masih menunggu konversi dari Ditjend Migas.
Memang program konversi minyak tanah bukan kewenangan Pemprov, namun dari berbagai kesempatan koordinasi sudah disampaikan ke Kementerian ESDM dalam hal ini Ditjend Migas untuk dapat melakukan konversi minyak tanah di sana, kata Erick.
Pemerintah Provinsi juga sudah menyampaikan permohonan ke Ditjend Migas Kementerian ESDM terkait hal ini melalui Surat Gubernur yang didasarkan Surat Sekretaris Daerah Mentawai tentang Konversi minyak tanah ke LPG tiga kilogram di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sekretaris Daerah Mentawai Martinus Dahlan dalam surat tertulisnya menyampaikan, sejak Sumatera Barat ikut dalam Program Konversi Minyak Tanah ke LPG 3 Kilogram pada 2008, hanya Mentawai yang belum ikut disebabkan pada saat itu secara umum masyarakat di masih sangat membutuhkan minyak tanah dalam menunjang kehidupan sehari-hari.
Dalam perkembangannya, sebagian masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai juga menggunakan LPG 3 kilogram di antaranya nelayan sasaran, petani sasaran dan keluarga prasejahtera yang sangat membutuhkan gas melon itu dalam kesehariannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!