Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPPA Tegaskan: Anak di Pesantren Harus Dapat Akses Pendidikan Berkualitas

📅 Senin, 21 Jul 2025, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri PPPA Tegaskan: Anak di Pesantren Harus Dapat Akses Pendidikan Berkualitas Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berbincang dengan salah satu santriwati Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Pandeglang, Banten.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong pemenuhan hak pendidikan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren.

"Pesantren harus berperan aktif menyediakan layanan pengasuhan alternatif yang baik dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya saat melaksanakan kegiatan Jelajah Sapa (Sahabat Perempuan dan Anak) di Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Pandeglang, Banten, dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.  

Arifah Fauzi mengatakan Yayasan Hidayatul Mubtadiin dapat menjadi contoh baik pemenuhan hak pendidikan anak, disertai dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak dan mencegah kekerasan.  

"Pesantren harus dapat menjadi tempat pendidikan yang membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Ia mengatakan Jelajah Sapa di Pandeglang dapat terwujud berkat sinergi dan kolaborasi antara KemenPPPA, Badan Zakat Nasional, serta pemerintah daerah yang diwujudkan antara lain dalam bentuk pemberian bantuan paket peralatan sekolah. 

"Kami menyadari betapa pentingnya institusi pendidikan dalam membentuk karakter anak. Oleh karenanya pada Hari Anak Nasional tahun 2025, KemenPPPA berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami mendorong Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menerbitkan surat edaran yang mengajak seluruh sekolah, madrasah, dan pesantren serentak menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional," katanya.

Institusi pendidikan diharapkan bisa melaksanakan kegiatan perayaan Hari Anak Nasional yang positif bagi anak, mulai dari senam, permainan tradisional, dan menyanyikan lagu daerah serta nasional, guna memperkaya pengalaman belajar anak.

Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2025 dilakukan secara desentralistik di berbagai tempat di Indonesia.

Bantuan yang diberikan kepada Yayasan Hidayatul Mubtadiin diantaranya buku cerita, boardgame, gitar, rak sepatu, krayon, dan susu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.