Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh Pejuang Asal Belitung, HAS Hanandjoeddin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 13:37 WIB | Oleh:
Tokoh Pejuang Asal Belitung, HAS Hanandjoeddin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Doc: antara foto
Ket. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

BANGKA BELITUNG - Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali mengusulkan tokoh pejuang asal Belitung, H.A.S. Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung sekaligus Wakil Ketua TP2GD Bangka Belitung Beliadi mengatakan usulan ini merupakan lanjutan dari proses sebelumnya yang telah diajukan pada 2018 dan 2022.

“Kami telah menggelar rapat koordinasi bersama TP2GD Belitung dan Belitung Timur. Tahun ini, pengusulan kembali dilakukan dengan kelengkapan dokumen yang lebih baik,” kata Beliadi di Manggar, Minggu (20/7).

Menurut dia, sejumlah syarat yang belum terpenuhi pada pengajuan sebelumnya akan segera dilengkapi, termasuk biografi, jejak perjuangan, dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami akan berkonsultasi langsung dengan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) untuk memastikan semua syarat terpenuhi sebelum kembali diajukan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu dokumen pendukung yang tengah disiapkan adalah surat pernyataan dari 17 kepala desa di Trenggalek yang menguatkan peran H.A.S. Hanandjoeddin dalam perjuangan kemerdekaan di wilayah tersebut.

H.A.S. Hanandjoeddin lahir di Sungai Samak, Kabupaten Belitung. Ia tercatat aktif dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) Malang, yang kemudian menjadi Divisi III Jawa Timur. Pada Oktober 1945, ia bergabung dengan BKR Udara Malang yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan dipercaya sebagai pelaksana teknis lapangan.

Pada Januari 1946, menjabat sebagai Komandan Pertahanan Teknik Udara Pangkalan Bugis. Di masa itu, ia berhasil memperbaiki pesawat pengebom Shoki (Ki-48) dan menyerahkan pesawat Cukiu kepada Sekolah Penerbangan Darurat di Yogyakarta. Atas jasanya, maka dianugerahi pangkat Opsir Muda III (Letnan Muda Udara) oleh Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Saat Agresi Militer Belanda I pada 1947, Hanandjoeddin bersama tim teknik berhasil menyelamatkan 15 pesawat dari Pangkalan Udara Bugis. Ia kemudian dipercaya sebagai Komandan Pertempuran Sektor I dan II di Front Malang Timur.

Pada Agresi Militer Belanda II tahun 1948, Hanandjoeddin kembali memimpin pasukan di Sektor Watulimo. Setelah Pangkalan Udara Campurdarat dikuasai Belanda, ia ditunjuk menangani pertahanan AURI sebagai Wakil Danlanud Campurdarat.

HAS Hanandjoedin juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung ke delapan pada 1967 hingga 1972. Namanya kini diabadikan sebagai nama Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung.

"Melihat dari jejak perjuangan Hanandjoedin, maka sangat layak diangkat menjadi pahlawan nasional sebagai bentuk penghargaan atas jasanya dalam membela tanah air," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.