Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Keuangan Diperkuat dari Hulu ke Hilir, Siap-siap Terobosan atau Kegagalan?

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 15:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Keuangan Diperkuat dari Hulu ke Hilir, Siap-siap Terobosan atau Kegagalan? Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re.

JAKARTA – Hilirisasi industri keuangan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, mendorong inovasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dengan hilirisasi, sumber daya alam yang tadinya bernilai rendah dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi, menciptakan siklus ekonomi yang lebih kuat

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono hingga Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dijadwalkan menghadiri Indonesia Re International Conference (IIC) 2025 pada Selasa (22/7) untuk membahas hilirisasi sektor keuangan, khususnya asuransi dan reasuransi.

Konferensi yang digelar oleh PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re tersebut juga akan menghadirkan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun serta Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono.

“Kami akan membahas hilirisasi industri keuangan, bukan hilirisasi proses produksi (sektor riil). Hilirisasi ini kan proses penguatan di hilir, dan kami reasuransi itu kan posisinya di hilir, paling belakang (dalam industri asuransi),” kata Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu, dikutip di Jakarta, Jumat (20/7).

Ia mengatakan tidak hanya perusahaan asuransi yang perlu upaya penguatan, tapi juga perusahaan reasuransi, mengingat adanya defisit neraca dagang industri reasuransi hingga Rp12,10 triliun pada 2024.

Selain tema hilirisasi dan defisit neraca berjalan, ia menuturkan konferensi internasional tersebut juga akan membahas perkembangan ekonomi makro dari sisi regulator, pemerintah, dan pengamat ekonomi.

“Kenapa ini menjadi penting? Sekarang kita sama-sama tahu ya kondisi makro kita sedang mengalami tekanan, baik internal maupun eksternal, global maupun domestik,” ujar Benny.

Ia menuturkan bahwa event tersebut juga akan membahas pentingnya penerapan data dan teknologi dalam industri asuransi dan reasuransi.

Menurutnya, data menjadi faktor penting terkait pengambilan keputusan dalam industri tersebut, termasuk penentuan nilai premi. Sementara teknologi dibutuhkan untuk menyederhanakan pengumpulan dan pengolahan data tersebut.

“Melalui IIC, yang kali ini diselenggarakan untuk keempat kalinya, kami ingin menjadi center of knowledge and excellence dalam industri perasuransian nasional,” ucap Benny Waworuntu.

Narasumber lain yang juga dijadwalkan hadir antara lain dari Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BPJS Kesehatan, BNI, CORE Indonesia, Guy Carpenter, AON, Korea Insurance Development Institute (KIDI), dan EY Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.