Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Mataram Tenang Perbaikan Jembatan Rusak Akibat Banjir Segera Dimulai

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Mataram Tenang Perbaikan Jembatan Rusak Akibat Banjir Segera Dimulai Doc: AntaraFoto
Ket. Pembersihan salah satu jembatan rusak akibat banjir di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera melaksanakan tender untuk perbaikan empat jembatan rusak akibat banjir yang terjadi pada Minggu (6/7/2025).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahnig di Mataram, NTB, Kamis, mengatakan pelaksanaan tender jembatan tersebut paling cepat dituntaskan satu bulan.

"Saat ini, kami mempercepat penyusunan rancangan anggaran biaya (RAB) pengerjaan jembatan yang ditargetkan tuntas akhir Juli ini," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, jika tidak ada kendala, maka paling lambat akhir Agustus 2025 sudah tandatangan kontrak agar proyek empat jembatan tuntas empat bulan atau sampai Desember 2025.

Menurutnya, perbaikan jembatan itu membutuhkan anggaran Rp2,6 miliar atau meningkat dari kebutuhan awal Rp2,3 miliar. Hal itu terjadi karena setelah diperiksa lebih lanjut karena selain dilakukan perbaikan jembatan, ternyata jalannya juga harus tinggikan juga.

Selain itu, penambahan anggaran juga terjadi karena jembatan penghubung di Perumahan Mahkota Bertais juga masuk menjadi bagian yang harus diperbaiki karena fasilitas sosial dan umum (PSU) itu ternyata sudah diserahkan ke Pemerintah Kota Mataram, sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Sementara, tiga jembatan lainnya, adalah jembatan di Kebon Duren, Kelurahan Selagalas; jembatan di lingkungan Tegal; dan lingkungan Karang Kemong, Kecamatan Cakranegara.

Dikatakan, untuk jembatan penghubung Karang Kemong dan Majeluk kondisinya rusak parah langsung dirobohkan untuk dibuatkan jembatan baru.

Perhitungan awal anggaran yang dibutuhkan Rp2,4 miliar dengan bentang 14 meter. Di lokasi tersebut sudah ada beronjong yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) tapi mundur dari badan sungai karena banjir.

Kondisi itu menyebabkan fondasi jembatan berada di luar beronjong, sehingga konsekuensinya bentang jembatan menjadi lebih panjang atau menjadi 14 meter.

Sedangkan, untuk perbaikan jembatan Lingkungan Tegal dan Lingkungan Kebon Duren, Lale mengatakan PUPR masih melakukan perhitungan.

"Untuk dua jembatan itu kami masih hitung, tapi nilainya lebih kecil," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.