Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko Pangan Nilai Kesepakatan Tarif RI dengan AS Jadi Peluang Produk Perikanan

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Kemenko Pangan Nilai Kesepakatan Tarif RI dengan AS Jadi Peluang Produk Perikanan Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan Muhamad Mawardi di Jakarta, Kamis (17/7).

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan mengungkapkan kesepakatan tarif antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dapat menjadi peluang bagi produk perikanan Indonesia.

“Kaitan dengan produk perikanan kita yang selama ini artinya cukup besar masuk ke sana (AS) maka harapannya kita juga mendapat peluang besar, artinya secara hambatan-hambatan yang tidak diperlukan kita bisa mendapatkan kemudahan,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan Muhamad Mawardi di Jakarta, Kamis (17/7).

Menurut dia, selama ini tantangan yang dihadapi oleh produk perikanan Indonesia dalam pasar ekspor bukanlah hambatan tarif namun hambatan nontarif.

“Selama ini banyak hambatan itu yang sifatnya hambatan nontarif. Ketika ada hambatan yang nontarif ini yang kadang kita perlu negosiasi-negosiasi,” katanya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, berdasarkan negosiasi langsung yang dilakukannya dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Nilai baru tersebut menunjukkan telah tercapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor AS untuk produk Indonesia dari angka 32 persen yang diumumkan pertama kali oleh Trump pada April lalu.

Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa Indonesia berjanji akan membebaskan semua halangan tarif dan non-tarif bagi produk AS yang masuk ke RI.

Apabila ada produk dari negara ketiga dengan tarif lebih tinggi yang akan diekspor ke AS melalui Indonesia, tarif 19 persen tersebut akan ditambahkan pada produk tersebut, kata Trump.

Selain penetapan nilai tarif, kesepakatan yang diteken antara Trump dan Prabowo juga mencakup komitmen RI membeli energi dari AS senilai 15 miliar dollar AS dan produk agrikultur senilai sebesar 4,5 miliar dolar AS, kata Presiden AS tersebut.

Menurut Trump, Kesepakatan penting ini membuka SELURUH PASAR Indonesia kepada Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Terpisah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan penetapan tarif dagang Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat ketangguhan industri dalam negeri.

“Saya melihat ini adalah momentum kita untuk memperkuat industri dalam negeri, dengan memastikan bahwa pasar dalam negeri itu adalah memang menjadi peluang bagi industri-industri kita dalam negeri untuk bisa dioptimalkan,” kata Menaker Yassierli saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Adapun penetapan tarif 19 persen untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, dibarengi dengan pembebasan semua halangan tarif dan nontarif bagi produk AS yang masuk ke RI.

Saat ditanya apakah dengan terbukanya keran impor produk AS ke Indonesia akan memengaruhi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terutama untuk industri padat karya, Yassierli mengaku tetap optimistis dengan berbagai kolaborasi pemerintah demi meningkatkan produktivitas bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.