Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengelolaan Sampah Banyumas Layak Jadi Contoh Nasional

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Pengelolaan Sampah Banyumas Layak Jadi Contoh Nasional Doc: ANTARA/Ahmadi
Ket. Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten saat kunjungan kerja ke TPA BLE di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/7).

Manggar, Babel -- Bupati Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KeKamarudin Muten, menilai pola pengelolaan sampah yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, layak dijadikan percontohan nasional karena berhasil menggabungkan solusi lingkungan dengan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE) di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa.

“Di sini, sampah dipandang bukan lagi masalah, tetapi sumber daya yang dimulai dari masyarakat memilah dan mengelola sampah secara swadaya di tingkat hulu, kemudian diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) desa, dan akhirnya residu ditangani di TPA BLE," katanya.

Ia menyebut sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Di tingkat desa, masyarakat tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang diberdayakan untuk memilah sampah organik dan anorganik langsung dari rumah tangga.

Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah anorganik diubah menjadi produk bernilai seperti paving block, bata, dan biji plastik. Selain itu, Kamarudin juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital dalam sistem tersebut.

“Adanya aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan layanan antar jemput sampah melalui aplikasi Jeknyong membuat masyarakat semakin mudah berpartisipasi. Ini contoh nyata ekonomi sirkular yang melibatkan warga secara langsung,” ujarnya.

TPA BLE Banyumas saat ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 75 ton sampah per hari dan berfungsi tidak hanya sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan.

Menurut data Pemerintah Kabupaten Banyumas, TPA BLE mampu mengurangi timbunan sampah di hilir hingga hampir 45 persen.

Melihat keberhasilan tersebut, Kamarudin menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk mengadaptasi model serupa. Ia bahkan membuka peluang bagi para investor yang ingin membangun pabrik pengolahan sampah di daerahnya.

“Kita ingin ada investasi di sektor ini supaya ada diversifikasi ekonomi. Dengan teknologi dan partisipasi masyarakat, sampah bisa jadi sumber penghidupan baru bagi warga Belitung Timur,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.