Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Hasilkan Emisi GRK Net-Negatif Lewat Teknologi Katalisis Elektrik

📅 Senin, 14 Jul 2025, 02:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Hasilkan Emisi GRK Net-Negatif Lewat Teknologi Katalisis Elektrik Doc: istimewa
Ket. Tiongkok

Beijing - Para peneliti Tiongkok berhasil mengembangkan strategi katalisis elektrifikasi inovatif yang menghilangkan lebih banyak gas rumah kaca daripada yang dihasilkannya sehingga mencapai emisi negatif bersih, demikian sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Sabtu (12/7).

Karbon dioksida dan metana merupakan dua gas rumah kaca utama yang disebabkan oleh manusia. Mengurangi dan bahkan memusnahkan gas-gas tersebut dari atmosfer telah menjadi prioritas ilmiah yang signifikan.

Seperti dikutip dari Antara, metode tradisional penghilangan karbon dioksida dan metana dilakukan melalui sebuah proses yang dikenal sebagai dry reforming of methane (DRM) yang beroperasi pada suhu tinggi melebihi 800 derajat Celsius dan biasanya ditenagai bahan bakar fosil.

Karbon dioksida yang dilepaskan selama proses tersebut sering kali lebih besar daripada jumlah yang dikonversi, sehingga menghambat upaya untuk mengurangi emisi dan memitigasi perubahan iklim.

Sebuah tim peneliti dari Institut Teknologi dan Rekayasa Material Ningbo (Ningbo Institute of Materials Technology and Engineering/NIMTE) dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Universitas Jinan berhasil mengembangkan sebuah strategi katalisis elektrik baru untuk DRM, yang mereka sebut sebagai DRM elektrik (e-DRM).

Dalam penelitian tersebut, proses e-DRM mengubah karbon dioksida dan metana menjadi syngas (gas sintetis) hidrogen dan karbon monoksida dengan tingkat pemanfaatan energi yang mengesankan, yakni sebesar 80 persen.

Pendekatan inovatif ini mencapai konversi keseimbangan termodinamika dan mempertahankan stabilitas selama lebih dari 120 jam, ungkap artikel penelitian itu.

Menggunakan listrik terbarukan dari sumber-sumber seperti angin, matahari, tenaga air, dan energi nuklir, proses ini dapat mengubah lebih banyak karbon dioksida daripada yang diemisikan saat pembangkitan listrik.

Terobosan ini berpotensi memajukan transisi DRM dari penelitian laboratorium ke penerapan komersial, sebut NIMTE.

Terobosan ini berpotensi menjadi game-changer dalam mitigasi perubahan iklim global. Dengan teknologi ini, Tiongkok tidak hanya mengurangi jejak karbonnya, tetapi juga dapat menciptakan model baru untuk ekonomi hijau yang berkelanjutan, membuka jalan bagi negara-negara lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam mencapai tujuan iklim mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.