Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rangkul Siswa Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Margaguna Sediakan Pendidikan

📅 Senin, 14 Jul 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rangkul Siswa Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Margaguna Sediakan Pendidikan Doc: Antara
Ket. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan yang berada dalam Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof), Jakarta, Senin (14/7).

Jakarta - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan, merangkul siswa putus sekolah untuk mendapat pendidikan gratis dan berkualitas.

"Usia di sini memang beragam, karena mereka pernah putus sekolah. Tapi pada dasarnya secara akademik, mereka itu di level kelas 10," kata Kepala SRMA 10 Jakarta Selatan, Ratu Mulyanengsih di Jakarta, Senin (14/7).

Ratu mengatakan, rentang usia para siswa yakni 15-21 tahun dan kebanyakan putus sekolah dengan beragam alasan.

Pihaknya masih melakukan pendataan dan memastikan pembelajaran yang diterima akan setara bagi siswa yang putus sekolah.

Ada juga yang sudah SMA kelas 1 kemudian berhenti sekolah. "Terus nggak sekolah dan ketemu sekolah rakyat mereka bersemangat kembali," ujarnya.

Para siswa putus sekolah akan diberikan pembelajaran berbasis digital dan lebih diperhatikan oleh guru. Karena tu, pihaknya memantau para siswa untuk bisa naik kelas tanpa tertinggal dengan siswa lainnya.

Besar harapan agar para siswa Sekolah Rakyat di kawasan Margaguna itu bisa lulus sejajar dengan anak reguler lainnya dan tak dipandang sebelah mata.

"Yang selama ini mungkin mereka dipandang sebelah mata, mereka punya motivasi yang tinggi bahwa saya sudah menjadi anak rakyat dan kepercayaan dirinya tumbuh," katanya.

SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, yang berada dalam Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) memiliki luas empat hektare (ha) lebih.

Tersedia fasilitas gratis seperti perpustakaan, pusat kebugaran (gym), studio musik lapangan bulu tangkis hingga voli bisa membuat siswa semangat belajar.

Sebanyak 100 siswa diterima terdiri dari 56 laki-laki dan 44 perempuan dengan diberikan fasilitas asrama maksimal empat orang per kamarnya.

Sekolah Rakyat digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mengacu pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

1.5 jam yang lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Daerah
Polres Blitar Perketat Peng...
Advertisement
Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.