Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesyukuran di Tengah Dinamika Haji 2025

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 16:55 WIB | Oleh:

Namun, penundaan demi keamanan itu justru membuat jamaah Kloter 43 yang berjumlah 380 orang itu dievakuasi di sebuah hotel kawasan kota Jeddah, Arab Saudi, yang mewah sambil menunggu aktivitas penerbangan di kawasan Timur Tengah dibuka kembali. Itulah dinamika Timur Tengah.

Purwati dan suaminya yang berprofesi sebagai penjual arang di Banyuwangi, atau pasangan suami-istri Muhammad Nur Fauzi dan Tasna,  mengenang pelayanan dari Maskapai Saudia Airlines yang dirasa mewah selama proses evakuasi di Jeddah.

Meski tertunda, Tasna, sempat merasakan kepanikan sebentar dan selebihnya justru bersyukur, karena akhirnya justru bisa tidur di hotel bintang 5 dengan makan-minum terjamin semuanya. "Yang suami-istri bisa ber-enjoy di hotel," kata Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Sugiyo melontarkan canda.

Perlu diingat juga kejadian ketika Kloter 33 SUB terpaksa transit di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah menerima ancaman teror bom.

Dari "dinamika" musim haji yang tak lepas dari "ujian" bagi para jamaah haji itu,   evaluasi dan penyesuaian  arah kebijakan antara kedua negara menjadi kata kunci pelayanan yang dinamis tapi tetap nyaman. Apalagi jamaah haji Indonesia itu mayoritas  lanjut usia dan orang dengan risiko tinggi.

Untuk tahun ini, evaluasi dan sinkronisasi terkait sistem syarikah yang mungkin perlu adalah sistem syarikah terkendali/terpusat   agar ketika data jamaah haji Indonesia ada perbedaan teknis antara data pertama dan data susulan, maka syarikah pegang data yang relatif sama.

Hal itu pun diakui Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis Hanafi bahwa sejak 2022 memang terjadi transformasi sistem haji dari sistem berbasis geografis menjadi berbasis syarikah, yang tujuannya mempermudah pengendalian layanan oleh syarikah yang langsung kepada jamaah dan Pemerintah Arab Saudi juga.

Layanan syarikah lebih terfokus pada sistem koordinasi pelaporan dari syarikah kepada Kementerian Haji selaku otoritas setempat. "Kalau ada terjadi apa-apa, respons di lapangan juga dilakukan oleh syarikah yang menggaransi jamaah," kata Muchlis.

Konsekuensi dari sistem tersebut adalah jamaah diinapkan pada hotel-hotel yang berbeda sesuai dengan syarikah bila input data bertahap. Namun kualitas maupun kuantitas layanan pada jamaah tidak berkurang, meski ada kurang nyaman, karena itu pelayanan berbasis kloter pun harus disesuaikan dengan pelayanan berbasis syarikah.

Selebihnya, dinamika haji tetap perlu disikapi sesuai petunjuk dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 197 agar kemabruran dijaga dengan menghindari rafats (perbuatan tak senonoh), fusuq (mencaci/ provokasi), dan jidal (tidak santun/memicu emosi).

Ya, Al-Qur'an mengajarkan pentingnya akhlak pasca-haji, selain peningkatan ibadah dan kesabaran. Akhlak pasca-haji itu sudah disebut dalam QS Al-Baqarah 197 itu, karena itu "kesyukuran" atas pembelajaran pasca-haji adalah mengabarkan cerita haji yang baik dan menyimpan cerita haji yang kurang baik; tentu, tetap perlu disertai sinkronisasi kebijakan haji selanjutnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.