Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Duka: Kuda Ikonik Fort De Kock Bukittinggi Tutup Usia

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 18:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Duka: Kuda Ikonik Fort De Kock Bukittinggi Tutup Usia Doc: Antara Foto
Ket. Kuda Fort De Kock milik Pemerintah Kota Bukittinggi mati hari ini diduga karena faktor usia dan sakit,

Kuda pejantan milik Pemerintah Kota Bukittinggi dengan nama Fort De Kock yang berasal dari Australia mati pada Kamis (10/7).

Kuda itu merupakan pejantan legendaris yang telah melahirkan keturunan kuda pacu terbaik.

"Fort De Kock mati sekitar jam 11.30 WIB, usianya sudah 19 tahun. Dibeli sejak 2008 oleh Wali Kota Djufri saat itu dengan harga Rp 800 juta," kata Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi Hendry.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan kuda satu-satunya aset Pemkot Bukittinggi meski dari dua pekan terakhir kuda ini mengalami gejala demam.

"Kematiannya sudah kami laporkan ke Wali Kota, selanjutnya akan dikubur yang dihadiri tim forensik dan laboratorium hewan. Beberapa bagian tubuh akan diambil untuk pemeriksaan," katanya.

Menurutnya, Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dengan dua tahun terakhir mengalami penurunan kekuatan fisik.

"Hasil labor terakhir HB kuda ini tinggi, terjadi juga pembengkakan di bagian kaki.Bahkan mendapatkan infus sebanyak dua botol," kata Hendry.

Kematian Fort De Kock menjadi kesedihan tersendiri dari mantan Wali Kota Bukittinggi Djufri yang langsung mendatangi kantor dinas pertanian.

"Tentu saya berduka dan saya yakini seluruh pecinta kuda pacu di Bukittinggi merasakan hal yang sama. Fort De Kock telah banyak mengharumkan nama Kota Bukittinggi dengan prestasi luar biasa dari keturunannya selama ini," kata Djufri.

Fort De Kock tercatat memiliki banyak keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatera Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.

"Kuda setinggi 170 ini bernilai Rp2,5 miliar jika dikalkulasikan dengan harga saat ini. Saya bersama rekan lain pecandu kuda kecewa dengan kematiannya, semoga ada lagi bibit pejantan tangguh kuda pacu dihadirkan di Bukittinggi," kata seorang peternak kuda di Bukittinggi Oskar Mentoih.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Persija Pinjamkan Striker Mauro Zijlstra ke Arema Malang
    Preview komentar:
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
    Berapa nomor wa Call Center Bank Panin? Nomor WhatsApp ...
  • Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
    Wa Call Center perihal kendala transaksi Bank Panin Nomor ...
  • Daftar Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Galeri24 Rp2,710 Juta/Gram, Antam Rp2,782 juta/Gram, UBS Rp2,774 Juta/Gram
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala kartu ATM Bank ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Status Siaga Kekeringan Met...

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
Daerah
Prawirotaman Adakan Festiva...
Daerah
Warga Semarang yang Akan Me...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.