Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerakan Kutub Selama Puluhan Tahun

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 07:40 WIB | Oleh:
Gerakan Kutub Selama Puluhan Tahun Doc: Olivier MORIN / AFP
Ket. Gunung es yang mencair hanyut di dekat gletser di Fjord Scoresby, Greenland, beberapa waktu lalu.

PADA awalnya, para ilmuwan melacak gerakan kutub dengan mengukur pergerakan bintang yang tampak. Mereka kemudian beralih ke interferometri garis dasar yang sangat panjang, yang menganalisis sinyal radio dari quasar, atau pengukuran laser satelit, yang mengarahkan laser ke satelit.

Para peneliti telah lama menduga bahwa gerakan kutub dihasilkan dari kombinasi berbagai proses di interior dan permukaan Bumi. Yang kurang jelas adalah seberapa besar setiap proses menggeser sumbu dan jenis efek apa yang ditimbulkannya  apakah gerakan siklus yang berulang dalam periode berminggu-minggu hingga puluhan tahun, atau pergeseran yang berkelanjutan selama berabad-abad atau ribuan tahun.

Untuk makalah mereka, para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis catatan 120 tahun tersebut. Mereka menemukan bahwa 90% fluktuasi berulang antara tahun 1900 dan 2018 dapat dijelaskan oleh perubahan air tanah, lapisan es, gletser, dan permukaan laut. Sisanya sebagian besar disebabkan oleh dinamika interior Bumi, seperti goyangan akibat kemiringan inti bumi terhadap massa planet.

Pola gerakan kutub yang terkait dengan pergeseran massa permukaan berulang beberapa kali setiap sekitar 25 tahun selama abad ke-20, yang menunjukkan kepada para peneliti bahwa hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh variasi iklim alami. Makalah-makalah sebelumnya telah menghubungkan antara gerakan kutub yang lebih baru dan aktivitas manusia.

Dalam makalah yang ditulis oleh Adhikari yang mengaitkan pergeseran sumbu bumi secara tiba-tiba ke arah timur (dimulai sekitar tahun 2000) dengan pencairan lapisan es Greenland dan Antartika yang lebih cepat serta penipisan air tanah di Eurasia.

Penelitian tersebut berfokus pada dua dekade terakhir, di mana hilangnya massa air tanah dan es serta kenaikan permukaan laut semuanya diukur melalui satelit   memiliki hubungan yang kuat dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. ? hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.