Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Biak Ingatkan Tak Boleh Ada Kekerasan dalam Bentuk Apapun Saat MPLS

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Disdik Biak Ingatkan Tak Boleh Ada Kekerasan dalam Bentuk Apapun Saat MPLS Doc: ANTARA/Muhsidin
Ket. Kadis Pendidikan Biak Numfor, Papua Kamaruddin.

BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua mengingatkan satuan pendidikan tidak boleh ada kekerasan bentuk apapun terhadap siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa tahun ajaran baru 2025.

"Secara serentak MPLS semua tingkatan sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Biak berlangsung Kamis, 10 Juli 2025," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin menanggapi pelaksanaan MPLS di semua satuan pendidikan di Biak, Kamis.

Ia mengatakan sesuai tagline Kementerian Pendidikan Dasar Menengah pada tahun pelajaran 2025/2026 pelaksanaan MPLS Ramah.

Ia mengaku di hari pertama MPLS berlangsung lancar dan diikuti siswa-siswi baru jenjang SD, SMP dan SMA/SMK.

Kegiatan MPLS di semua satuan pendidikan, ia mengaku sudah melakukan pertemuan dengan kepala sekolah untuk menyampaikan ketentuan teknis masa pengenalan lingkungan sekolah.

Kamaruddin menilai kegiatan MPLS memberikan informasi kepada siswa baru mengenai keadaan sekolah hingga program pembelajaran.

Sedangkan materi lain MPLS, kata dia, adalah mengajarkan disiplin dan karakter siswa sebagai generasi Emas Indonesia 2045.

"Melalui MPLS juga tercipta kebersamaan dan saling kenal mengenal siswa, guru dan lingkungan sekolahnya," sebut Kamaruddin.

Kamaruddin berharap setelah selesai MPLS di satuan pendidikan, awal tahun pelajaran baru dibuka serentak 14 Juli 2025.

Pantauan ANTARA, sejumlah sekolah, di antaranya SD Yapis 1,SMP Negeri 1, SMANSA 1 serta SMA Negeri 3 serta beberapa sekolah menggelar MPLS serentak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pembersihan eceng gondok di...
Megapolitan
Waduh! Judol Jadi Pemicu Ti...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Nasional
Saat Merah Putih Berkibar d...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.