Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melompat Antar-Wilayah, Ebola Intai 10 Negara di Afrika

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 19:48 WIB | Oleh:
Melompat Antar-Wilayah, Ebola Intai 10 Negara di Afrika Doc: AFP

KIGALI - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Sabtu (23/5), memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola menyusul lonjakan kasus di Republik Demokratik (DR) Kongo, sementara WHO menaikkan status kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”.

Kepala Africa CDC Jean Kaseya mengatakan negara berisiko itu meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Kecuali Ethiopia, seluruh negara tersebut berbatasan langsung dengan DR Kongo atau Uganda yang sejauh ini melaporkan kasus Ebola.

Africa CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengajukan permintaan pendanaan lebih dari 314 juta dolar AS untuk membiayai respons penanganan wabah Ebola.

Sebagian besar dana dialokasikan bagi DR Kongo dan Uganda untuk pengobatan, pengawasan, dan pencegahan wabah, sementara 10 negara berisiko tinggi lainnya akan berbagi dana sekitar 54 juta dolar AS.

Langkah penanganan itu meliputi pembentukan sistem manajemen insiden nasional, koordinasi lintas batas, percepatan riset vaksin strain Bundibugyo, pengiriman tim tambahan, dan penempatan stok darurat.

DR Kongo mengalami lonjakan kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei di Provinsi Ituri.
Penyakit itu kemudian menyebar ke Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.

WHO melaporkan sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek akibat Ebola. Sedikitnya 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi di DR Kongo.

Kementerian Kesehatan Uganda pada Sabtu melaporkan tiga kasus baru, sehingga total kasus terkonfirmasi dalam wabah saat ini menjadi lima.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo menghentikan sejumlah aktivitas sosial di Ituri, pusat wabah, termasuk kegiatan olahraga untuk menekan penyebaran virus.

Gubernur militer Jenderal Johnny Luboya juga melarang kerumunan lebih dari 50 orang di zona kesehatan Bunia, Rwampara, Mungwalu, dan Nyakunde yang terdampak lonjakan kasus Ebola.

WHO menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi “sangat tinggi”, sementara sejumlah negara tetangga memperketat langkah pencegahan, termasuk pembatasan perjalanan dari DR Kongo. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.