Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Peringatkan Risiko: Jangan Bangun Rumah di Ring Satu Gunung Guntur

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Peringatkan Risiko: Jangan Bangun Rumah di Ring Satu Gunung Guntur Doc: Antara Foto
Ket. llustrasi: Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan kaki Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat terkait larangan membangun rumah hunian di radius sekitar tiga kilometer di kawasan kaki Gunung Guntur karena berada di zona bahaya apabila terjadi bencana erupsi.

"Perumahan yang di kawasan bencana dalam artian ring satu, tiga kilometer dari puncak Gunung Guntur, itu zona satu, itu tidak boleh ada perumahan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh usai Simulasi Gladi Lapangan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Guntur di Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Kamis.

Ia menuturkan Kabupaten Garut memiliki Gunung Guntur yang saat ini kondisinya dalam status gunung aktif atau bisa suatu waktu terjadi bencana erupsi.

Pemerintah, kata dia, selama ini terus berupaya melakukan mitigasi bencana erupsi, termasuk mengingatkan masyarakat untuk tidak membangun rumah yang dijadikan tempat tinggal di kawasan zona bahaya erupsi.

Kecuali, lanjut dia, pembangunan yang sifatnya hunian sementara seperti hotel, vila, dan bangunan yang tidak ditempati secara tetap. "...Rumah tinggal sementara seperti hotel, vila, itu diizinkan masih. Tapi untuk hunian tetap itu tidak diizinkan," katanya.

Ia menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Guntur dilaporkan masih aman, meski begitu kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus dilakukan untuk meminimalisasi risiko bencana.

Meski kondisinya dinyatakan aman, kata dia, masyarakat sekitar Gunung Guntur, seperti Kecamatan Tarogong Kaler dan sekitarnya, tetap harus selalu siaga karena bencana alam tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.

"Intinya erupsi Gunung Guntur ini bisa kapan saja terjadi. Jadi ini kejadian bencana yang tidak bisa kita duga, tapi kita bisa melihat atau mempersiapkan dari gejala-gejala gunung tersebut," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar Teten Ali Mulku Engkun yang hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa dalam menghadapi ancaman bencana erupsi harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, dan pelaku usaha wisata yang berada di kawasan sekitar Gunung Guntur.

Provinsi Jawa Barat, kata dia, merupakan daerah rawan bencana alam, salah satunya bencana erupsi gunung aktif seperti yang ada di Kabupaten Garut, harus dipersiapkan langkah apa saja untuk meminimalisasi dampaknya.

"Jadi, ya kita harus tegas sebagai pemerintah daerah, jangan panik, lakukan hal terkecil, selamatkan dulu keluarga, segala macam," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.