Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gara Gara Ultah Dalai Lama, China Ungkit Separatisme dan Tuntut AS ‘Jangan Campur Tangan’

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 08:40 WIB | Oleh:
Gara Gara Ultah Dalai Lama, China Ungkit Separatisme dan Tuntut AS ‘Jangan Campur Tangan’ Doc: Antara Foto

Beijing - Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengirimkan ucapan selamat ulang tahun ke-90 kepada Dalai Lama ke-14 pada 5 Juli 2025, memicu kecaman keras dari Tiongkok. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (8/7) bahwa persoalan Xizang (Tibet) adalah urusan dalam negeri China dan menolak campur tangan eksternal apapun.

Mao Ning menyebut Dalai Lama bukan sekadar figur agama, melainkan seorang “pengasingan politik” yang menjalankan “aktivitas separatis anti-China dibalik topeng agama”. Ia menekankan bahwa Dalai Lama dan pemerintah pengasingannya tidak memiliki hak mewakili rakyat Tibet, apalagi menentukan masa depan Xizang.

Sebaliknya, dalam pernyataannya yang diunggah di situs Kementerian Luar Negeri AS – Rubio memuji pemimpin spiritual ini sebagai ikon damai dan kasih sayang, sekaligus menegaskan komitmen kuat AS dalam melindungi hak dan kebebasan fundamental warga Tibet, termasuk kebebasan budaya dan agama.

Rongrong-lantang dari Beijing
Mao Ning menggarisbawahi bahwa saat ini Xizang diklaim telah mencapai kemajuan ekonomi, stabilitas sosial, dan perlindungan hak budaya warga etnis secara penuh yang menurutnya merupakan “fakta yang jelas di mata komunitas internasional”. Ia meminta AS untuk menghormati komitmennya terkait isu Tibet, dan berhenti memberikan “sinyal yang salah” kepada gerakan separatis Xizang.

Sikap China tersebut sejalan dengan tanggapan keras sebelumnya terhadap India, khususnya Gandhi dan pejabatnya, yang mereka protes setelah turut memberi ucapan selamat kepada Dalai Lama.

Dampak geopolitik
Reaksi keras Beijing terhadap AS dan negara lain yang memberi ucapan selamat menunjukkan betapa sensitifnya isu Tibet. Tiongkok memperingatkan agar tidak ada negara yang melewati “garis merah” dengan risiko merusak hubungan bilateral dan stabilitas regional. Sementara itu, Amerika dan pendukung Dalai Lama menyoroti aspek hak asasi dan kebebasan spiritual yang dianggap hilang di bawah kontrol Beijing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.