Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelompok Bersenjata Tolak Seruan Kerja Sama Junta

📅 Senin, 07 Jul 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok Bersenjata Tolak Seruan Kerja Sama Junta Doc: AFP
Ket. Sejumlah anggota Komisi Pemilu Myanmar berkumpul untuk menyaksikan demonstrasi mesin pemilu di yangon beberapa waktu lalu. Pada akhir pekan lalu, junta yang berkuasa membuat seruan langka bagi kelompok bersenjata untuk bekerja sama dengannya.

BANGKOK - Junta yang berkuasa di Myanmar padaSabtu (5/7) membuat seruan langka bagi kelompok bersenjata yang diperanginya untuk bekerja sama dengannya menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan, sebuah ajakan yang dengan cepat ditolak oleh pasukan antikudeta.

Seruan tak terduga itu muncul saat junta terus menderita kekalahan besar di medan perang dari kelompok bersenjata etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) pro-demokrasi yang bangkit untuk menentang perebutan kekuasaannya pada tahun 2021.

"Jika kelompok bersenjata memilih untuk secara hukum membangun diri mereka dalam kerangka hukum dan bekerja sama bahu-membahu dengan pemerintah, pemerintah akan menyambut dan menerima ini," kata militer dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh media junta The Global New Light of Myanmar.

Pemerintah Persatuan Nasional, sebuah badan yang didominasi oleh anggota parlemen yang digulingkan yang bekerja untuk membalikkan kudeta, mengatakan pengumuman junta adalah strategi yang penuh dengan tipu daya yang bertujuan untuk melegitimasi pemilihan palsu mereka yang mengkonsolidasikan kekuasaan dan mencoba untuk memecah belah dan melemahkan lawan-lawannya.

Sementara itu para kritikus mengatakan pemilu Myanmar mendatang tidak memiliki legitimasi karena junta militer menghadapi perlawanan, mengendalikan wilayah terbatas, dan mengecualikan suara-suara demokrasi utama.

“Pemilihan umum ini tidak lebih dari sekadar kedok,” demikian pernyataan kelompok kritisi Progressive Voice. “Ini adalah strategi untuk mencari dan mengakar legitimasi palsu sehingga junta dapat memperkuat tiraninya.”

Militer menggulingkan pemerintahan sipil terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021, yang memicu protes massa yang ditanggapi dengan tindakan keras yang brutal.

Warga sipil mendirikan PDF untuk melawan dan kelompok bersenjata etnis minoritas, yang banyak di antaranya telah memerangi militer selama beberapa dekade, bangkit kembali, menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara.

Pemimpin junta Myanmar mengatakan bulan lalu bahwa negara itu berencana untuk mengadakan pemilihan umum pada bulan Desember dan Januari, terus maju dengan rencana pemungutan suara yang dikecam sebagai sandiwara oleh pemantau internasional.

Junta mengundang kelompok bersenjata untuk menghentikan pertempuran dan memulai perundingan damai pada bulan September tahun lalu setelah serangan kejutan besar yang dipimpin oleh tiga kelompok bersenjata etnis minoritas. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.