Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjang Ombak Besar, Para Nelayan Ini Selamatkan Penumpang KMP Tunu yang Tenggelam di Selat Bali

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh:

Tercatat, selain mereka berdua, nelayan bernama Saifullah juga menemukan tujuh penumpang selamat, sementara Handoyo menemukan delapan penumpang selamat, sedangkan Makruf, Mat Robot dan Suroso, masing-masing menemukan satu penumpang meninggal dunia.

Tanpa mengabaikan peran tim SAR yang merupakan representasi hadirnya negara untuk mencari korban bencana, baik di laut maupun di darat, kisah kepahlawanan nelayan tradisional dalam menyelamatkan penumpang kapal penyeberangan yang tenggelam di Selat Bali menjadi bukti bahwa masyarakat kita masih memelihara budaya tolong menolong kepada sesama. Kenyataan itu juga terjadi saat KMP Yunicee tenggelam pada tanggal 29 Juni 2021.

Kepedulian para nelayan itu bukannya tanpa risiko atas nyawa mereka sendiri, karena kondisi cuaca di laut dengan ombak besar sangat membahayakan. Meskipun demikian, semua itu risiko itu mereka hadapi demi membantu orang lain agar selamat.

Pada kasus tenggelamnya KMP Yunicee itu, terdengar heboh adanya kapal yang tenggelam di perairan dekat Pelabuhan Gilimanuk. Nelayan-nelayan di sekitarnya segera menghidupkan mesin sampan untuk melakukan pencarian terhadap penumpang.

Misdianto, salah seorang nelayan, bercerita, waktu itu, dia sedang berada di rumah, mendadak ramai suara teriakan orang minta tolong. Saat keluar, dia masih bisa melihat KMP Yunicee terbalik dan tenggelam.

Situasi malam hari dengan ombak yang cukup besar, tidak menyurutkan niat Misdianto bersama Waji dan Putu menuju arah tenggelamnya KMP Yunicee.

Pada malam itu, setelah berhasil menyelamatkan tiga penumpang, nelayan yang terdiri atas Petruk, Waji, dan Putu, melanjutkan pencarian dan menemukan satu orang lagi, yang mengaku seorang penjual kacamata di dalam kapal.

Sekitar satu jam melakukan pencarian, dia memutuskan ke pinggir karena Aurel, bocah yang berhasil diselamatkan, mengatakan dirinya kedinginan.

Kepada Misdianto bocah itu minta tolong mencari ayah, kakak, adik, kakek dan neneknya yang juga menumpang KMP Yunicee. "Kata-kata itu yang tidak akan pernah saya lupakan," kata nelayan asal Lingkungan Samiana, Kelurahan Gilimanuk ini.

Usai menurunkan korban yang bisa dia selamatkan, Misdianto kembali melakukan pencarian dan menemukan dua penumpang yang sudah meninggal dunia.

Upaya cepat melakukan pencarian penumpang KMP Yunicee juga dilakukan Sugianto dan Kasihanto, nelayan Gilimanuk lainnya.

Setelah mengisi bahan bakar mesin sampannya, Sugianto meluncur di tengah kegelapan laut dan menemukan satu orang penumpang sudah meninggal dunia, sedangkan Kasihanto menemukan tiga orang yang juga dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Arus deras

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.