Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjang Ombak Besar, Para Nelayan Ini Selamatkan Penumpang KMP Tunu yang Tenggelam di Selat Bali

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Terjang Ombak Besar, Para Nelayan Ini Selamatkan Penumpang KMP Tunu yang Tenggelam di Selat Bali Doc: antara foto
Ket. Para nelayan penyelamat penumpang KMP Tunu yang tenggelan di Selat Bali.

BALI - Lukman, seorang nelayan warga Kabupaten Jembrana, Bali, baru saja menurunkan pancing ke laut, Kamis (3/7) dini hari. Seperti biasa, pukul 02.30 Wita dia sudah berangkat dari rumahnya di Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, untuk melaut.

Baru separuh menurunkan pancingnya, dia mendengar orang berteriak minta tolong. Ombak yang cukup besar serta situasi yang masih gelap, membuatnya tidak bisa melihat sosok yang berteriak tersebut. “Saya potong tali pancing, kemudian saya mengarahkan sampan ke suara itu," kata Lukman, di Jembrana.

Sebagai nelayan yang sudah puluhan tahun di laut, dari teriakan permintaan tolong itu dia bisa menentukan arah sampannya menuju asal suara. Untuk memperjelas pendengaran atas suara minta tolong itu, dia sempat satu kali mematikan mesin.

Melihat orang mengapung di laut, dia segera menaikkan korban ke sampan dan diketahui bahwa orang tersebut adalah penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam.

Dari satu penumpang yang dia selamatkan itu juga diketahui, masih banyak korban lainnya yang mengapung di laut. Di sekitar perairan itu, dia juga mendengar teriakan minta tolong dari korban lainnya.

Ombak besar membuat dia tidak berani mencari penumpang lainnya dan memutuskan mencari nelayan lain yang saat itu juga melaut.

Dia bertemu dengan Santoso, nelayan lainnya yang segera menuju sumber suara teriakan minta tolong dari beberapa orang. Namun upaya pertama dari Santoso itu tidak berhasil karena terhalang ombak besar.

Tidak putus asa, mereka berdua kembali menerobos ombak dan kali ini menemukan satu penumpang yang sudah meninggal dunia.

Saat Lukman dan Santoso berusaha menaikkan penumpang yang sudah meninggal itu, mereka mendengar teriakan minta tolong. Terpaksa mereka meninggalkan dulu jenazah itu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

Di lokasi lain, mereka menemukan dua penumpang, satu meninggal dunia dan satu masih hidup. Belakangan diketahui dua penumpang ini merupakan bapak dan anak, dengan si bapak meninggal dunia.

Setelah menemukan dua penumpang tersebut, Lukman kembali ke tempat jenazah yang belum sempat dinaikkan ke sampan, namun jenazah itu sudah tidak ada karena dibawa arus.

Dua nelayan ini, kemudian bergegas mengarahkan sampannya ke pinggir, agar korban yang selamat segera mendapatkan pertolongan.

Di perjalanan, Lukman melihat kilatan cahaya mengapung di laut, yang setelah dia dekati berasal dari jaket pelampung empat penumpang dengan kondisi, tiga masih hidup dan satu meninggal dunia.

Setelah membawa korban ke darat, bersama-sama nelayan lainnya di Dusun Pabuahan, Lukman dan Santoso kembali ke laut melakukan pencarian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.