Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Jadi Magnet, Bengkulu Siap Tarik Wisatawan

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sejarah Jadi Magnet, Bengkulu Siap Tarik Wisatawan Doc: ANTARA/Boyke Ledy Watra
Ket. Wamenpar Ni Luh Puspa mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

BENGKULU - Kekuatan sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pariwisata di suatu daerah. 

Situs-situs bersejarah dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, meningkatkan kesadaran budaya, serta memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. 

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan Provinsi Bengkulu memiliki kekuatan sejarah yang daerah lain tidak punya dan bisa dikembangkan sebagai ciri khas dari destinasi wisata provinsi berjuluk Bumi Merah Putih.

"Saya juga tadi sempat ke Benteng Marlborough, saya melihat pantai panjang, Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Ibu Fatmawati. Saya melihat apa, saya melihat ada satu peluang pariwisata yang tidak dimiliki oleh tempat lain," kata Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa di Bengkulu, Minggu (6/7).

Sejarah yang melekat di Bengkulu tidak main-main dan begitu kuat, hal itu pula yang membuat Bengkulu sangat potensial mengembangkan wisata sejarah untuk dikemas lebih menarik bagi kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.

"Ada jejak kemerdekaan di tempat ini, ini yang kemudian perlu untuk terus kita suarakan, terus kita bangkitkan begitu, sehingga Bengkulu menjadi destinasi wisata sejarah," katanya.  

Ni Luh Puspa menceritakan pengalamannya berkesempatan melihat destinasi-destinasi wisata sejarah di Provinsi Bengkulu di sela kunjungannya pada gelaran penutupan Festival Tabut Bengkulu 2025.

"Saya baru pertama kali ke Bengkulu, dan saya sudah sempat berkunjung ke beberapa destinasi. Pertama tentu saja karena Bengkulu ini adalah tempat lahir besar seorang Ibu Negara, Ibu Fatmawati, tadi saya berkunjung ke Rumah Ibu Fatmawati," ujar dia.

Menurut dia, sosok Fatmawati Soekarno memiliki peranan penting dalam periode perjuangan kemerdekaan RI, serta juga menjadi tokoh perempuan yang dapat menjadi teladan serta panutan kaum perempuan saat ini.

"Saya melihat bagaimana seorang perempuan yang luar biasa sekali, beliau perempuan yang sangat anggun, cerdas dan menjadi model, 'role model' bagi kami perempuan Indonesia," ucapnya.

Ni Luh Puspa juga melihat rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu, kemudian juga berkunjung ke benteng terbesar yang pernah dibangun Inggris di Asia Tenggara, Benteng Marlborough.

"Saya juga berkunjung ke rumah pengasingan dari Bung Karno, Presiden Pertama Republik Indonesia dan melihat bagaimana kemerdekaan itu diperjuangkan di tempat itu, di Bengkulu ini. Jadi luar biasa sekali wisata sejarah dari Bengkulu ini," ujar dia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.