Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendagri: Pemberian Insentif ke Daerah Pariwisata Mungkin Dilakukan

📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 20:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamendagri: Pemberian Insentif ke Daerah Pariwisata Mungkin Dilakukan Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, respons usulan Bali soal insentif bagi kepala daerah di Badung, Sabtu 5/7/2025.

BADUNG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengatakan pemberian insentif bagi kepala daerah penyumbang devisa melalui pariwisata memungkinkan dilakukan.

Hal ini dikatakannya di Kabupaten Badung, Sabtu (5/7), berkaitan dengan usulan Gubernur Bali Wayan Koster yang berharap daerah pariwisata tujuan dunia mendapat insentif berupa pembangunan sarana prasarana pendukung.

“Insentif itu memungkinkan, kan kita ada dana insentif daerah, terkait daerah-daerah yang memiliki kinerja baik dalam penguatan kapasitas fiskal sangat mungkin (dapat),” kata Wamendagri.

Untuk mewujudkan usulan ini, Bima Arya mengatakan, perlu dibuatkan regulasi penguatnya berupa syarat dan ketentuan penerima.

“Satu, kriterianya apa, mana daerah layak dan berhak mendapatkan insentif tadi, dan dari apa harus ada kejelasan,” ujarnya.

Saat ini belum ada regulasi khusus untuk pemberian insentif ini, tetapi dana insentif daerah salah satunya linear jika digunakan untuk daerah penghasil devisa melalui pariwisata.

Wamendagri menyampaikan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait usulan ini.

Selain itu, menurut dia, yang harus dipertimbangkan adalah pemanfaatan dari dana insentif tersebut jika sudah diberikan.

“Kami berharap pariwisata harus berkelanjutan, muaranya ke sana, bukan hanya turis ramai tapi tidak berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster sendiri sudah menyampaikan usulan ini ke Komisi VII DPR RI dalam kunjungan rombongan ke Denpasar, Rabu (2/7), dimana Bali sendiri dirasa layak mendapat insentif ini.

Sebab, Pulau Dewata menjadi penyumbang devisa negara mencapai 44 persen atau sebanyak Rp107 triliun berputar di Bali sepanjang 2024.

“Untuk Bali karena memiliki kontribusi besar terhadap devisa pariwisata Indonesia 44 persen, ya sepantasnya ada keberpihakan afirmasi dari pemerintah pusat untuk menopang kepariwisataan di Bali agar berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Wayan Koster.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.