Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Blok Masela Digarap Lagi, Maluku Naik Kelas atau Hanya Jadi Penonton?

📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Blok Masela Digarap Lagi, Maluku Naik Kelas atau Hanya Jadi Penonton? Doc: ANTARA/HO-Pemprov Maluku
Ket. Gubernur Maluku menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy di Jakarta.

AMBON - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melakukan perencanaan pengembangan kawasan industri Blok Masela.

“Pengembangan kawasan industri di sekitar Blok Masela menjadi prioritas strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku,” kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Sabtu (5/7).

Gubernur Maluku telah melakukan pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy di Jakarta guna mendorong percepatan pelaksanaan proyek-proyek yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satunya Blok Masela.

Pada kesempatan itu Gubernur Lewerissa memaparkan rencana pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan Blok Masela serta hasil koordinasi sebelumnya dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Berkaitan dengan hal itu, salah satu fokus utama yang kini dilakukan Pemprov Maluku adalah menyelaraskan perencanaan pembangunan pusat dan daerah melalui integrasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga pengembangan kawasan industri Blok Masela dapat memperoleh dukungan penuh dari sisi regulasi dan pembiayaan.

Pemprov Maluku juga tengah menyiapkan lahan dan infrastruktur dasar untuk mendukung hadirnya kawasan industri terpadu yang akan menjadi pusat hilirisasi gas dan industri turunan lainnya.

Di sisi lain, Bappenas mendorong percepatan penyelesaian perizinan, pengadaan lahan, serta penyusunan dokumen lingkungan agar proses pembangunan tidak terhambat secara administratif.

Dukungan terhadap proyek ini juga diperluas melalui pelibatan sektor swasta dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), guna membuka peluang investasi di berbagai sektor terkait seperti LNG, petrokimia, dan logistik.

Blok Abadi Masela sendiri diperkirakan dapat memproduksi 9,5 juta metrik ton per tahun (MMTPA) LNG, 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, dan 35.000 barel/hari kondensat sehingga menjadi tulang punggung bagi peningkatan produksi migas nasional untuk mencapai target 2030 yang telah ditetapkan yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).

Dampak efek berganda dari proyek abadi Masela juga akan dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat daerah, antara lain Participating Interest (PI) 10 persen untuk Pemerintah Daerah, serta pembangunan kilang secara onshore akan turut mendukung menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada perekonomian di daerah serta meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Selain Blok Masela, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai pembangunan Maluku Integrated Port yang dijadikan sebagai bagian integral dari ekosistem industri Blok Masela, yang akan memperkuat konektivitas dan distribusi hasil produksi.

Pemprov Maluku juga terus menjalin koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk memastikan kesiapan wilayah sekitar Blok Masela dari sisi sosial, lingkungan, dan permukiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.