Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

The Fed Bersiap Mode Longgar, BI Pasang Kuda-kuda Hadapi Imbasnya

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Yang masih menjadi harapan adalah India yang diperkirakan akan tumbuh 6,6 persen pada 2025 dan 2026,” ujar Perry.

Ia mengingatkan bahwa kondisi pertumbuhan ekonomi global, fragmentasi perdagangan, dan terganggunya rantai pasok menjadi tantangan bagi Indonesia dalam mendorong ekspor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi global menuntut Indonesia untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi terhadap dampak rambatan eksternal. Stabilitas tetap harus dijaga, termasuk stabilitas nilai tukar dan pasar obligasi.

Namun pada saat yang bersamaan, Perry menegaskan bahwa stimulus bagi pertumbuhan ekonomi juga perlu terus didorong, baik melalui kebijakan fiskal, kebijakan bank sentral, maupun kebijakan yang mendukung sektor riil khususnya melalui program Asta Cita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.