Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Turun di Tengah Euforia Pasar Global, Ada Apa?

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Turun di Tengah Euforia Pasar Global, Ada Apa? Doc: ANTARA FOTO/Fauzan
Ket. Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025).

JAKARTA - Pasar saham di tanah air kembali tertekan menjelang habisnya tenggat waktu dari proses negosiasi mengenai tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7) sore, ditutup melemah di tengah optimisme kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan negara mitra dagang.

IHSG ditutup melemah 3,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.878,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,63 poin atau 0,08 persen ke posisi 765,59.

"Kesepakatan AS dan Vietnam tentunya memberikan peluang kesepakatan dengan negara lainnya. Kesepakatan dagang AS dan Vietnam tentunya pintu awal meredakan ketegangan perdagangan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mengumumkan di Truth Social, bahwa AS telah mencapai kesepakatan baru dengan Vietnam yang mencakup tarif 20 persen untuk impor dari negara tersebut.

Kesepakatan itu meningkatkan harapan akan adanya perjanjian perdagangan bilateral sebagai bagian dari strategi tarif resiprokal Trump yang diperkenalkan pada April 2025.

Di sisi lain, Iran menghentikan kerja sama dengan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), yang menambah risiko geopolitik yang moderat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memberikan persetujuan akhir terhadap undang- undang (UU) yang menangguhkan atau menghentikan sementara kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB, menyusul serangan Israel yang dibantu AS terhadap fasilitas nuklir negara tersebut.

Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menginginkan Indonesia tidak dikenakan tarif resiprokal oleh AS, mengingat pemerintah juga telah memberikan penawaran (second offer) kepada AS, yakni berupa investasi mineral kritis (critical mineral) dan ekosistem EV.

Namun demikian, tentunya AS punya kebijakan tersendiri sehubungan tarif tersebut dan berharap Indonesia mendapatkan kesepakatan tarif resiprokal yang lebih rendah dari sebelumnya.

Pada awal April 2025, AS secara resmi telah mengenakan tarif resiprokal kepada Indonesia sebesar 32 persen dari basis tarif sebesar 10 persen yang diterapkan AS kepada semua negara dan tarif yang dikenakan AS saat ini.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat, yaitu sektor barang konsumen primer naik sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 1,31 persen dan 1,17 persen.

Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan dalam minus 0,15 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 1,12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.