Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyu dan Cetacea Dilindungi, KKP Libatkan Beragam Pihak

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penyu dan Cetacea Dilindungi, KKP Libatkan Beragam Pihak Doc: Antara Foto
Ket. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali bersama Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Bulih Bali Nusa Penida melepasliarkan lima ekor penyu sisik

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen menjaga penyu dan cetacea dengan berkolaborasi dengan multi-pihak dalam pelestarian spesies laut dilindungi melalui penerapan rencana aksi nasional yang konkret dan berkelanjutan.

"Kolaborasi multi-pihak penting untuk perlindungan penyu dan 'cetacea'," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan sebelumnya kementeriannya telah menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu dan Cetacea 2025–2029, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan itu melibatkan Yayasan WWF Indonesia dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara serta berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti BRIN, hingga organisasi masyarakat sipil.

Sejumlah rekomendasi strategis yang dihasilkan antara lain pembentukan Centre of Excellence (CoE) konservasi penyu di tiga lokasi, peningkatan kapasitas SDM untuk penanganan mamalia laut terdampar, serta penyusunan pedoman mitigasi dampak aktivitas pesisir dan lepas pantai terhadap cetacea.

“Dokumen RAN ini diharapkan bukan hanya menjadi rencana di atas kertas, tetapi menjadi acuan nyata bagi semua pihak untuk bergerak bersama melindungi penyu dan cetacea di wilayah perairan Indonesia,” ujar dia.

Ia mengatakan berbagai isu krusial menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut seperti perkembangan kondisi penyu dan cetacea terkini, tantangan pengelolaan kawasan habitat penting, hingga arah kebijakan dan strategi perlindungan spesies di tengah tekanan aktivitas manusia dan perubahan iklim.

"Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pembahasan dokumen matriks aksi RAN yang mencakup tujuan, indikator, lokasi prioritas, serta penanggung jawab pelaksana aksi," katanya.

Sementara itu, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan (DJPK) KKP Sarmintohadi mengatakan pentingnya dukungan semua pihak dalam penyusunan RAN, sebagai panduan strategis dalam perlindungan dan pengelolaan penyu serta cetacea di Indonesia.

Menurut dia, penyu dan cetacea tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai sosial dan budaya yang tinggi bagi masyarakat pesisir.

Oleh karena itu, ia mengatakan penyusunan rencana aksi tersebut menjadi langkah konkret KKP dalam mendorong tercapainya tujuan perlindungan keanekaragaman hayati laut secara berkelanjutan.

"Dokumen ini diharapkan menjadi pijakan utama bagi berbagai pihak dalam upaya perlindungan spesies laut dilindungi secara terintegrasi dan berkelanjutan," kata Sarmintohadi.

Perwakilan Yayasan WWF Indonesia Ranny R Yuneni mengatakan penting adanya pendekatan berbasis data dan sains terkini.

Menurut dia, perlindungan yang efektif harus menggabungkan perlindungan habitat, penguatan kelembagaan lokal, penegakan hukum, serta pemanfaatan teknologi untuk melakukan mitigasi ancaman terhadap populasi penyu dan cetacea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.