Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mencoba Pengalaman Minum Matcha dengan Konsep Wabi-sabi

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 19:13 WIB | Oleh:

Setelahnya, kita akan mulai membuka tutup ketel besi menggunakan kain sutera yang telah disediakan. Menariknya, warna kain bagi tiap pengunjung akan dibedakan.

Pengunjung perempuan akan mendapatkan warna merah atau oranye, sedangkan laki-laki berwarna ungu. Menurut Barista Server Chontea.co Jakarta, Fikar, aturan ini sudah berlaku sejak dulu di Jepang.

Usai tutup ketel dibuka, ambil air panas di dalamnya dengan menggunakan sendok bambu panjang secara hati-hati. Tuang air ke dalam gelas dan bersihkan bagian dalamnya menggunakan whisk.

Buang air panas ke dalam wadah yang sudah disediakan dan lap bagian dalam gelas dengan menggunakan kain putih agar jauh lebih bersih.

Tahap berikutnya masukkan bubuk matcha dengan menggunakan sendok bambu kecil. Anda boleh bebas memasukkan takaran matcha sesuai dengan keinginan.

Namun, pihak restoran sudah membatasi masing-masing orang mendapatkan 3 gram bubuk matcha. Di sesi kali ini, Antara berkesempatan memakai kultivar matcha jenis Uji Hikari yang masuk ke dalam heritage grade, dan memberikan hasil akhir yang lebih creamy. Kultivar atau varietas ini hanya bisa tumbuh di wilayah Shirakawa, Jepang.

20250702191025_WhatsApp-Image-2025-07-02-at-15.16.44_67d6d24e.jpg

Ilustrasi mengaduk bubuk matcha dengan air panas menggunakan whisk dari bambu. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Tuang kembali air panas dengan takaran setengah bagi yang ingin mendapatkan hasil lebih kental dengan rasa yang kuat. Sementara bagi yang ingin hasil akhirnya lebih lembut, dapat menuang air sampai penuh.

Pada proses berikutnya, kita akan diajak untuk mengaduk bubuk matcha yang sudah dituang air panas itu setidaknya selama satu menit menggunakan whisk.

Bagi anda yang memiliki sifat tidak sabaran, dimohon untuk menahan diri karena proses ini akan sedikit memakan tenaga.

Selama 30 detik anda akan diajak memegang gelas dengan tangan kiri, dan mengocok whisk dengan tangan kanan. Teknik mengocoknya harus membentuk huruf M atau Z untuk membuat tekstur jadi makro atau pekat.

Pastikan whisk diletakkan menyentuh dasar gelas dan mengocoknya dengan cepat. 30 detik kemudian, barulah angkat whisk dekat ke permukaan dan kocok kembali untuk memecah tekstur pekat tadi jadi lebih lembut atau mikro.

Letakkan whisk ke tempat semula dan anda dapat mulai menikmati matcha buatan sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.