Kenapa Orang Sunda Sering Ganti Huruf F dan V Jadi P? Ternyata Ini Alasannya, Bukan Karena Nggak Bisa!
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 09:45 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Freepik
JAKARTA - Pernah dengar orang Sunda bilang pitnah alih-alih fitnah, poto harusnya foto atau menyebut pilem ketimbang film? Eits, itu bukan salah lidah, tapi ada penjelasan linguistik dan historis yang menarik di baliknya!
Dalam keseharian, orang Sunda memang cenderung mengganti pelafalan huruf F dan V menjadi P, begitu juga dengan Z yang terdengar seperti J.
Misalnya, favorit menjadi paporit, voli jadi poli, dan zaman terdengar sebagai jaman. Tapi ini bukan karena tidak bisa melafalkannya, melainkan karena faktor kebiasaan dan warisan budaya.
Akar Masalahnya Ada di Sejarah dan Aksara Sunda
Menurut Agustin Purnawan, Ketua Kelompok Studi Budaya Sunda Rawayan, dalam tradisi lisan dan tulisan Sunda, huruf seperti F, V, Z, dan Q memang tidak dikenal secara historis. Aksara Sunda kuno atau Kaganga tidak memiliki representasi huruf-huruf tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini bukan soal nggak bisa, tapi karena memang tidak terbiasa. Secara fonetik, huruf itu tidak ada dalam sistem bahasa Sunda asli,” ujar Agustin.
Namun, seiring waktu dan pengaruh pendidikan modern, masyarakat Sunda pun mulai terbiasa dengan pelafalan huruf-huruf tersebut, terutama melalui pendidikan formal dan pembelajaran agama, seperti membaca Al Quran.
Menariknya, dalam huruf hijaiyah justru ada F, tapi tidak ada P jadi justru orang Sunda bisa berlatih menyebut F lewat belajar agama!
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahasa Sunda Hanya Punya 18 Fonem Konsonan
Sebuah studi dari Ayu Lestari dkk. menjelaskan bahwa Bahasa Sunda hanya memiliki 18 huruf konsonan resmi, tidak termasuk F, V, Z, dan Q.
Itulah sebabnya fonem-fonem asing ini tidak muncul secara alami dalam tuturan orang Sunda.
Berikut beberapa contohnya:
/p/ dalam pondok
/s/ dalam sarua
/j/ dalam jalma
/ng/ dalam ngala
Sedangkan huruf seperti /f/, /v/, /z/, dan /x/ dianggap bunyi asing yang tidak terserap dalam sistem fonologi Sunda asli.
Vokal Bahasa Sunda Pun Unik!
Bahasa Sunda juga memiliki 7 huruf vokal, termasuk vokal khas seperti /é/ dan /eu/ yang tidak ditemukan dalam Bahasa Indonesia. Contohnya:
/é/ dalam cék, aré, balakécrakan
/eu/ dalam eureun, eureuleu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!