Pemkot Banjarmasin Perkuat Pengawasan Penanganan Stunting
Selasa, 01 Jul 2025, 23:13 WIBBANJARMASIN â Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan penguatan pengawasan pelaksanaan program penanganan dan pencegahan stunting pada 2025.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, di Banjarmasin, Selasa (01/7), menyampaikan selama ini persoalan utama dalam penanganan stunting berupa lemahnya sistem pengawasan dan sinergi antar-instansi dalam pelaksanaan program.
"Kita tidak ingin hanya bergerak di atas kertas. Penguatan pengawasan akan jadi prioritas tahun ini. Karena kalau pengawasannya lemah, maka akurasi data dan intervensi lapangan juga akan keliru," ucapnya.
Sebagaimana upaya untuk menguatkan pengawasan ini, ucap dia, Pemkot Banjarmasin bergerak cepat dengan memperkuat kapasitas seluruh unsur di lini terdepan, dari camat, lurah hingga petugas puskesmas.
Ia menjelaskan kapasitas sumber daya manusia Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP2S) Kota Banjarmasin harus ditingkatkan dan dikuatkan sebagai pengawas dan pelaksanaan program yang terjun langsung ke lapangan.
Pemkot Banjarmasin  memberikan pelatihan terhadap TP2S tersebut dari 1-2 Juli 2025 agar gerakan pelaksanaan program penanganan stunting lebih optimal.
Dia menekankan penanganan stunting memerlukan strategi nyata, sinergi, serta pemahaman regulasi yang terus berkembang.
"Saya mewakili Wali Kota dan Ibu Ketua TP PKK untuk memastikan bahwa seluruh pelaksana percepatan penanganan stunting di Banjarmasin mendapatkan penguatan kapasitas yang konkret. Ini bukan hanya soal menurunkan angka, tapi soal menyelamatkan generasi penerus bangsa,â ujarnya.
Menurut dia, penguatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga faktor pengawasan.
Berbagai program yang dilaksanakan untuk menurunkan angka stunting di Kota Banjarmasin, dengan hasil angka stunting di Kota Banjarmasin masih di atas 20 persen atau sekitar 1.200 anak pada 2024, di antaranya pemberian makanan bergizi dan gratis secara rutin ke anak-anak yang terdeteksi stunting atau kurang asupan gizi.
Selain itu, Pemkot Banjarmasin menggandeng orang yang berpunya atau pejabat negara untuk menjadi bapak asuh atau ibu asuh untuk anak-anak stunting.
Selain itu, banyak aksi yang dilakukan secara konvergensi dengan berbagai kalangan, lembaga, organisasi dan lainnya untuk percepatan penurunan stunting di Kota Banjarmasin.
- Penanganan Stunting
- Pemkot Banjarmasin
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
NIB Bukan Sekadar Legalitas, Tapi Tiket Akses Pengembangan Usaha
-
Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
-
Penataan Kabel Diminta Dilakukan Serentak, Cegah Bongkar Berulang
-
Inovasi Dorong Pertanian Lebih Produktif di Tengah Berbagai Tantangan
-
Ichitan Umumkan 17 Pemenang Pengundian Perdana Program Scan Enter Menang, Kamu Termasuk?
-
Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Enam Jet Tempur Rafale kepada TNI AU
-
ESDM Kembangkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun, Siap Perkuat Ketahanan Energi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.