107 Ribu Hektare Terbakar, Pemerintah Pastikan Asap Tak Ganggu Negara Tetangga

Senin, 10 Agu 2026, 20:20 WIB

Jakarta - Pemerintah menyatakan hingga Senin (10/8) belum menerima laporan dari negara tetangga yang terganggu asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah penanganan karhutla yang telah berdampak pada sekitar 107.000 hektare lahan di sejumlah wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya pemadaman untuk mencegah asap meluas ke wilayah lain, termasuk negara tetangga.

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (kanan) bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kiri) bersiap mengikuti rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8). — Sumber: Antara

"Kita juga berupaya sekeras mungkin untuk tidak mengganggu pihak lain, baik ke negara tetangga yang dekat dengan kita," kata Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut Djamari, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi yang dinilai paling rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Keenam provinsi tersebut menjadi perhatian karena memiliki kawasan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi kering pada musim kemarau. Kondisi tersebut dapat diperparah oleh fenomena El Niño.

Selain enam provinsi tersebut, kebakaran juga terjadi di sejumlah kawasan lain, seperti Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter serta 10 hingga 15 pesawat fixed-wing sesuai kebutuhan.

"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," ujar Djamari.

Selain operasi udara, pemadaman dilakukan dari darat dengan memanfaatkan tangki fleksibel sebagai tempat penampungan air sementara untuk mendukung petugas di lapangan.

Djamari mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu.

Hingga kini, pemerintah mencatat sekitar 107.000 hektare lahan terdampak kebakaran di berbagai wilayah Indonesia. Meski demikian, Djamari memastikan upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan untuk mengendalikan titik api serta mencegah asap meluas.

"Sampai dengan hari ini tidak ada itu (pihak yang terganggu dengan asap), ya," katanya.

  • Karhutla 2026

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.