Inggris Berantas Habis Diskon Sesat dan Tipuan Belanja

Senin, 10 Agu 2026, 20:03 WIB

LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham pada Minggu (9/8) mengumumkan langkah-langkah untuk menindak diskon yang menyesatkan dan jebakan langganan sebagai bagian dari upaya meringankan tekanan biaya hidup.

Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, melalui rencana tersebut, pemerintah akan berupaya mencegah pengecer melakukan praktik-praktik seperti menaikkan harga secara sengaja sebelum mengiklankan potongan harga.

Pengumuman tersebut menambahkan bahwa sebuah konsultasi mengenai apakah praktik-praktik semacam itu perlu dilarang secara eksplisit berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen yang berlaku saat ini akan dimulai pada musim gugur tahun ini.

Aturan berlangganan baru juga akan mulai berlaku pada Januari 2027, mewajibkan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang lebih jelas, pengingat perpanjangan, serta kemudahan dalam pembatalan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Getty Images

Konsumen juga akan diberikan masa tenggang selama 14 hari setelah kontrak tertentu diperbarui.

Pemerintah menyatakan bahwa Inggris memiliki sekitar 155 juta layanan berlangganan aktif, dengan konsumen diperkirakan menghabiskan 1,6 miliar poundsterling atau sekitar 2,15 miliar dolar AS per tahun untuk layanan berlangganan yang tidak diinginkan.

Burnham mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan yang pertama dalam serangkaian upaya yang disebut pemerintah sebagai "solusi sehari-hari" yang bertujuan mengurangi tekanan terhadap keuangan rumah tangga.

"Kami mengakhiri praktik penawaran harga miring palsu. Jika suatu produk dipasarkan dengan setengah harga, maka harganya harus benar-benar setengah harga. Kami juga memastikan proses berhenti berlangganan semudah proses saat mendaftar," ujarnya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.