Hanya 70 Menit, Carlos Alcaraz Mengamuk di Monte-Carlo, Sebastian Baez Jadi Korban Pertama

Rabu, 08 Apr 2026, 02:50 WIB

JAKARTA - Petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, mengawali kampanye mempertahankan gelar Monte-Carlo Masters 2026 dengan performa yang nyaris sempurna saat menundukkan Sebastian Baez di babak kedua, Selasa (7/4).

Bertanding di lapangan tanah liat untuk pertama kalinya sejak kejayaan di Roland Garros tahun lalu, pemuda asal Spanyol tersebut hanya membutuhkan waktu 70 menit untuk menyudahi perlawanan Baez dengan skor telak 6-1 dan 6-3. Kemenangan ini sekaligus menepis keraguan publik atas performa Alcaraz yang sempat menurun dalam beberapa turnamen terakhir menjelang musim tanah liat dimulai.

Ket. Foto: Arsip - Petenis Spanyol Carlos Alcaraz meluapkan kegembiraan usai mengalahkan petenis Serbia Novak Djokovic dalam final Australian Open di Melbourne, Australia, Minggu (1/2). — Sumber: ANTARA/Xinhua/Ma Ping

"Ini merupakan awal yang sangat baik untuk turnamen ini bagi saya," kata Alcaraz, dikutip dari ATP.

"Sejujurnya, saya terkejut dengan level permainan saya. Saya kira saya akan bermain sedikit lebih buruk, tetapi saya senang dengan semua yang telah saya lakukan hari ini."

"Mungkin ada beberapa hal yang tidak saya lakukan dengan baik di set kedua. Saya membiarkan dia masuk ke dalam pertandingan, tetapi secara keseluruhan, saya senang bisa bermain pertandingan lagi di lapangan tanah liat," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

Bertanding di lapangan tanah liat untuk pertama kalinya sejak kemenangan dramatisnya di final Roland Garros melawan Jannik Sinner Juli lalu, petenis No.1 dunia itu mematahkan servis Baez lima kali dan hanya kehilangan servisnya sendiri sekali.

Alcaraz berupaya untuk mengulangi musim gemilangnya di lapangan tanah liat pada 2025, ketika ia mencetak catatan menang/kalah 22-1 di permukaan tersebut.

Pekan ini di Monte-Carlo, ia juga berkompetisi dengan kesadaran bahwa rival beratnya Sinner memiliki kesempatan untuk menggantikannya sebagai petenis peringkat satu dunia Senin depan.

"Saya akan kehilangan peringkat No.1 dunia suatu saat nanti. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi di turnamen ini atau turnamen lain," kata Alcaraz.

"Saya memiliki banyak poin yang akan sangat sulit untuk dipertahankan. Bahkan jika saya berhasil mempertahankannya, Jannik akan menambah beberapa poin."

"Saya hanya akan mencoba bermain sebaik mungkin dan mari kita lihat apa yang terjadi, tetapi bagi saya, posisi No.1 tidak ada dalam pikiran saya saat ini," ujar petenis Spanyol itu.

"Saya hanya mencoba merasakan performa terbaik di lapangan tanah liat dan mari kita lihat bagaimana musim lapangan tanah liat berjalan."

Setelah kalah dalam dua dari tiga pertandingan terakhirnya menjelang Monte-Carlo, Alcaraz hampir tidak bisa berbuat lebih banyak melawan petenis peringkat 65 dunia, Baez, untuk menunjukkan bahwa ia masih dalam performa terbaik dalam kariernya.

Ia menggunakan pukulan forehand-nya yang kuat untuk mendominasi reli sejak awal dan memenangi 83 persen (25/30) poin di belakang servis pertamanya, menurut statistik ATP.

Ia kini memiliki catatan 18-2 untuk musim ini, termasuk meraih gelar di Australian Open dan di Doha.

Tantangan selanjutnya bagi Alcaraz, peraih 26 gelar di level tur, di Monte-Carlo Country Club adalah pertandingan babak ketiga melawan petenis Argentina lainnya, Tomas Martin Etcheverry, atau petenis Prancis Terence Atmane.

Alcaraz belum pernah menghadapi salah satu dari calon lawannya tersebut sebelumnya.

  • jannik sinner
  • carlos alcaraz
  • monte-carlo masters 2026
  • atp tour
  • tenis dunia

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.