Pemerintah Buka Peluang Investasi Kereta Trans-Sumatra hingga Kalimantan
Senin, 10 Agu 2026, 20:15 WIBJakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah membuka peluang investasi dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional, terutama untuk mendukung angkutan logistik melalui pengembangan lintas di Sumatera hingga Kalimantan.
"Kalau ada negara lain yang berminat, kami sangat dengan senang hati dan terbuka," kata Menhub ditemui usai peluncuran sistem sistem Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE Hub) di Jakarta, Senin (10/8).
Dudy menyatakan pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi investor baik di dalam negeri maupun luar, dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional guna memperkuat konektivitas logistik serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengembangan jalur kereta diarahkan pada lintasan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengembangan kawasan, sehingga pembahasannya dilakukan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
"Ah, ini kita sedang bahas nanti dengan Bappenas. Nanti kita akan duduk bersama dengan para investor, trase-trase mana saja yang bisa kita kembangkan baik di Sumatera maupun Kalimantan," ujarnya.
Dudy menjelaskan penentuan jalur mempertimbangkan potensi ekonomi wilayah, kebutuhan transportasi, serta dukungan terhadap pengembangan kawasan agar investasi yang dilakukan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Terkait kemungkinan jalur kereta terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dudy menyatakan pemerintah masih melakukan kajian sehingga belum dapat memastikan rute yang akan dikembangkan pada tahap mendatang. "Nanti kita lihat," katanya.
Sementara itu, terkait kebutuhan investasi, pihaknya juga belum dapat menghitung karena bergantung pada panjang lintasan, jenis kereta yang digunakan, karakteristik jalur, serta berbagai aspek teknis yang masih dikaji pemerintah.
Menurut Dudy, seluruh komponen tersebut harus diperhitungkan secara rinci agar kebutuhan investasi mencerminkan kondisi proyek yang sebenarnya dan mendukung keberlanjutan pembangunan jaringan perkeretaapian nasional ke depan.
Untuk saat ini, Dudy menyebut PT Kereta Api Indonesia menjadi pihak yang menyatakan minat melakukan investasi dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional, khususnya pada lintasan yang telah tersedia sebelumnya di wilayah Sumatera.
Pengembangan oleh PT Kereta Api Indonesia difokuskan pada optimalisasi jalur eksisting dengan prioritas utama mendukung angkutan logistik agar distribusi barang semakin efisien dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi.
Lebih lanjut Dudy mengungkapkan Rusia dan China sebelumnya telah menyampaikan minat berinvestasi di sektor perkeretaapian Indonesia, sementara pemerintah tetap terbuka menerima ketertarikan dari negara lain yang berminat.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai minat Inggris menghidupkan kembali sekitar 2.000 kilometer jalur kereta nonaktif, Dudy mengaku masih menunggu pembaruan informasi, sembari menegaskan pemerintah tetap menjalankan program reaktivasi jalur kereta lama.
"Kita memang punya program untuk reaktivasi jalur-jalur yang dulu sudah pernah ada agar supaya perkeretaapian ini bisa tidak hanya melewati kota besar, tapi juga kota-kota kecil sebagaimana yang disampaikan Presiden (Prabowo Subianto)," katanya.
Dalam acara peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Jawa Tengah bulan lalu, Presiden Prabowo memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan menggarap pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra serta melanjutkannya dengan proyek Trans-Kalimantan.
"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan di Sumatra, yaitu Bakauheni di Provinsi Lampung hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra. Presiden menyatakan proyek tersebut menjadi target yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.