Raih Anugerah Mahayuga, PTPN I Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 10 Agu 2026, 20:05 WIB

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara I (Persero) meraihAnugerahMahayugadari Garuda TV sebagai institusi yang dinilai berkontribusistrategis dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati tiga tahunperjalanan Garuda TV di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu(9/8/2026). Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan diterima langsung Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Anugerah Mahayuga merupakan apresiasi Garuda TV kepada tokoh dan institusi yang dinilai memberikan kontribusi serta dampak positif bagimasyarakat dan bangsa. Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menegaskanpentingnya peran perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, pengelolaan aset negara, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan penghargaantersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi seluruh insanperusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas kontribusibagi negara.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang PTPN I, tetapi tentangseluruh insan perkebunan yang terus menjaga amanah negara. Perkebunan memiliki posisi strategis karena menyangkut pangan, energi, lapangankerja, ekonomi masyarakat, sekaligus pengelolaan aset negara,” kata Rivai dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8).

Menurut Rivai, mandat PTPN I tidak berhenti pada produksi komoditas. Pengelolaan perkebunan harus mampu meningkatkanproduktivitas aset, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosialsecara berkelanjutan. Karena itu, PTPN I terus melanjutkan transformasiperusahaan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi, sumber daya manusia, serta peningkatan kinerja operasional dan finansial.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuathilirisasi dan rantai nilai komoditas, sehingga perkebunan tidak hanya menghasilkanbahan baku, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besardan memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Tantangannya bukan sekadar bagaimana menghasilkan komoditas, tetapibagaimana seluruh rantai nilai perkebunan dapat memberikan kontribusimaksimal bagi perekonomian nasional,” ujar Rivai.

Dalam proses tersebut, PTPN I menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan aset negara. Prinsipkeberlanjutan menjadi fondasi agar aset perkebunan tetap produktif dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Tugas kita adalah memastikan warisan aset negara ini tetap produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasimendatang,” kata Rivai.

Rivai menegaskan Anugerah Mahayuga dipersembahkan kepada seluruhinsan PTPN I yang terus menjaga produktivitas perkebunan, mengelolaaset negara, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. “Setiapjengkal lahan yang kita kelola, setiap komoditas yang kita hasilkan, dan setiap nilai tambah yang kita ciptakan harus bermuara pada kontribusi bagiIndonesia,” ujar Rivai.

Selain PTPN I, Anugerah Mahayuga juga diberikan kepada sejumlah tokohdan institusi dalam berbagai kategori, di antaranya Dr. Taufiq Supriyadi, Harita Nickel, Melan Achmad, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, PT PLN (Persero), Musim Mas, dan Rosita Istiawan.

Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakinmenegaskan posisi perkebunan sebagai bagian strategis dari pembangunannasional, produktif dalam mengelola aset, progresif dalam menciptakannilai tambah, dan berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagiIndonesia.

  • PTPN I

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.