Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korupsi APD COVID Rp319 M, Hanya Dihukum 3 Tahun! Publik Geram, Vonis Ringan Tuai Kecaman

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Korupsi APD COVID Rp319 M, Hanya Dihukum 3 Tahun! Publik Geram, Vonis Ringan Tuai Kecaman Doc: Instagram/@kalimalanginfo
Ket. Potret tersangka APD Covid

JAKARTA - Vonis ringan terhadap tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID 19 di Kementerian Kesehatan menyulut kemarahan publik. Meski merugikan negara hingga Rp319 miliar, ketiganya hanya dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (5/6/2025). Ketiga terdakwa adalah Budi Sylvana, mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Satrio Wibowo, Direktur Utama PT Energi Kita Indonesia, dan Ahmad Taufik, Direktur Utama PT Permana Putra Mandiri.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp100 juta kepada masing-masing terdakwa. Jika denda tak dibayar, diganti dua bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Syofia Marlianti Tambunan.

Vonis ini langsung menjadi bahan perbincangan luas. Banyak pihak menilai hukuman tersebut tidak sebanding dengan besarnya kerugian negara dan dampak sosial yang ditimbulkan, mengingat kasus ini terjadi di masa darurat pandemi COVID 19, saat rakyat berjuang demi keselamatan nyawa.

Tagar #KeadilanAPD pun sempat ramai di media sosial, menunjukkan kekecewaan publik terhadap apa yang dianggap sebagai ironi hukum dengan mencuri miliaran, tapi hanya dihukum ringan.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejaksaan Agung terkait kemungkinan upaya banding terhadap putusan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.