Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ditinggal Tiongkok dan India, Nasib Impor Batu Bara RI Terancam Goyah!

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ditinggal Tiongkok dan India, Nasib Impor Batu Bara RI Terancam Goyah! Doc: ANTARA

JAKARTA - Indonesia, sang raja ekspor batu bara termal dunia, tengah menghadapi kenyataan pahit.

Dua pembeli utamanya—Tiongkok dan India—kompak memangkas impor batu bara dari Tanah Air.

Bukan karena tak butuh lagi sumber energi murah ini, tapi karena kedua negara tersebut kini beralih ke batu bara high-calorie alias berkualitas tinggi dari negara lain, yang secara mengejutkan jadi lebih kompetitif akibat anjloknya harga global.

“Batu bara dengan calorific value (CV) tinggi memang lebih mahal, tapi kalau dihitung per energi yang dihasilkan, justru lebih hemat. Satu juta ton batu bara high-CV bisa menggantikan hingga 1,5 juta ton batu bara low-CV,” ujar Vasudev Pamnani, Direktur I-Energy Natural Resources, perusahaan perdagangan batu bara asal India, dikutip dari Reuters, Rabu, (25/6).

Di sisi lain, analis dari Kpler, Zhiyuan Li, mengungkapkan bahwa batu bara asal Indonesia dengan kalori rendah dan sedang kini makin sulit bersaing di pasar Tiongkok. Pasalnya, Rusia menawarkan batu bara sejenis dengan harga miring pasca embargo Eropa akibat perang di Ukraina.

Kondisi ini jelas memukul ekspor batu bara RI. Data dari firma analisis Kpler mencatat, pengiriman batu bara Indonesia ke Tiongkok turun 12,3 persen dan ke India merosot 14,3 persen dalam lima bulan pertama 2025. Secara keseluruhan, ekspor batu bara Indonesia amblas 12 persen menjadi 187 juta ton.

Ramli Ahmad, Presiden Direktur Ombilin Energi, perusahaan tambang lokal, mengatakan harapan pemulihan masih ada. Terutama jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga batu bara global kembali naik, khususnya untuk batu bara dengan nilai kalor tinggi.

Namun sampai saat itu datang, tren beralihnya negara-negara besar ke batu bara padat energi tampaknya akan terus berlanjut.

India dan Tiongkok kini aktif mengimpor dari negara-negara yang sebelumnya tak terlalu dilirik, seperti Tanzania, Kazakhstan, Kolombia, hingga Mozambik. Australia bahkan mulai kembali meraup pangsa pasar China setelah sempat dilarang masuk.

Mongolia juga jadi pemain yang tak bisa diabaikan. Harga batu bara mereka yang murah dan jarak logistik yang dekat membuat komoditasnya tetap worth it, meski harga pasar sedang jatuh. Menurut analis Mysteel, Xue Dingcui, produksi Mongolia bahkan diprediksi terus naik berkat efisiensi yang makin tinggi.

Di tengah tekanan ini, industri batu bara nasional mencoba bertahan dengan mengalihkan sebagian pasokan ke pasar domestik. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia memproyeksikan pengiriman lokal akan naik 3 persen tahun ini, sementara ekspor turun sekitar 10 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.