Alcaraz dan Sinner Siap Ukir Sejarah di Wimbledon
📅 Senin, 30 Jun 2025, 06:40 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Adrian Dennis/AFP
LONDON — Carlos Alcaraz datang ke Wimbledon 2025 tanpa beban dan penuh kepercayaan diri. Petenis asal Spanyol itu mengincar gelar ketiga beruntun di All England Club. Ini sebuah pencapaian langka yang hanya diraih oleh legenda seperti Bjorn Borg, Pete Sampras, Roger Federer, dan Novak Djokovic di era Open.
Alcaraz membuka langkahnya di turnamen tahun ini melawan Fabio Fognini di Centre Court, Senin (30/6). Juara bertahan itu tiba di London dengan rekor kemenangan beruntun terbaik sepanjang karirnya, 18 laga tanpa kalah, termasuk kemenangan dramatis di final Prancis Open atas Jannik Sinner bulan lalu.
“Saya datang ke sini dengan tekad untuk kembali mengangkat trofi, bukan memikirkan sejarah atau rekor. Saya ingin bersiap sebaik mungkin dan bermain dengan bebas,” ujar Alcaraz.
Alcaraz sebelumnya juga menjuarai turnamen pemanasan di Queen’s Club, membuktikan bahwa dirinya kembali nyaman di lapangan rumput. “Saya merasa bebas, bermain tanpa ketakutan. Saat itulah saya tampil di level terbaik,” ujarnya.
Kunci permainan Alcaraz ada pada mentalitas santai yang dia bawa, baik di dalam maupun luar lapangan. Dia menghabiskan pekan lalu bermain golf bersama Andy Murray dan makan malam santai di pusat kota London. “Kalau saya tidak bahagia di luar lapangan, tidak akan bermain bagus,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, rivalnya yang juga pesaing utama perebutan gelar, Jannik Sinner, datang ke Wimbledon dengan semangat baru meski disertai perubahan besar dalam timnya. Petenis nomor satu dunia itu memutuskan berpisah dengan pelatih kebugaran Marco Panichi dan fisioterapis Ulises Badio hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Keputusan tersebut mengejutkan banyak pihak, namun Sinner bersikukuh bahwa langkah itu tidak akan mengganggu fokusnya. “Saya merasa bebas. Saya dan tim siap memberikan yang terbaik,” ujar Sinner.
Sinner, 23 tahun, masih mencoba bangkit dari kekalahan menyakitkan di final Roland Garros ketika membuang keunggulan dua set dan tiga match point melawan Alcaraz. Namun, dia menegaskan bahwa motivasinya tetap tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petenis Italia itu belum pernah melaju ke final Wimbledon, dengan pencapaian terbaik semifinal tahun lalu. Persiapannya juga sempat terganggu oleh kekalahan mengejutkan di babak 16 besar turnamen Halle oleh Alexander Bublik. Meski demikian, dia tetap percaya diri menghadapi laga pembuka melawan rekan senegaranya, Luca Nardi.
Selain tenis, Sinner juga mengeksplorasi sisi kreatifnya. Dia baru-baru ini merilis lagu bersama tenor legendaris Andrea Bocelli berjudul Polvere e Gloria, dan memperdalam kecintaannya pada dunia mode lewat kolaborasi dengan rumah fesyen Gucci. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!