Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karet Sumut Laris Manis di Pasar Global, Ekspor Mei 2025 Tembus Puluhan Ribu Ton

📅 Minggu, 29 Jun 2025, 23:21 WIB | Oleh: Tim Penulis

Hal ini tercermin dari posisi Tiongkok yang berada di luar lima besar negara tujuan ekspor Mei 2025, padahal Tiongkok adalah konsumen nomor satu karet alam dunia.

Ia mengatakan penurunan aktivitas industri ban di Tiongkok dan negara lainnya berdampak pada rendahnya serapan pasar, sehingga meskipun terdapat peningkatan ekspor ke beberapa negara termasuk Uni Emirat Arab (UEA) yang kini masuk dalam lima besar harga karet tetap melemah dan volume ekspor belum dapat tumbuh signifikan.

"UEA sendiri bukan pasar baru, melainkan negara yang selama ini berada di luar lima besar namun pada Mei menunjukkan peningkatan volume yang mencolok," jelas dia.

Ekspor karet dari Sumatera Utara pada Mei 2025 menjangkau 26 negara tujuan dengan lima negara berkontribusi volume terbesar seperti Jepang 26,63 persen, Amerika Serikat 18,24 persen, Brasil 17,52 persen, India 7,48 persen, dan Uni Emirat Arab (UEA) 5,28 persen.

"Masuknya UEA ke posisi lima besar menunjukkan potensi pasar yang meningkat, didorong oleh percepatan implementasi perjanjian dagang Indonesia–UEA (CEPA) dan peningkatan permintaan sektor otomotif dan manufaktur di negara tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan ekspor ke kawasan Eropa pada Mei 2025 mencakup 14 negara tujuan, dengan kontribusi mencapai 12,75 persen dari total ekspor, naik dari posisi 10,51 persen pada April.

Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ekspor tersebut yakni Polandia 2,20 persen, Italia 1,99 persen, Turki 1,68 persen, Jerman 1,32 persen, Belgia 1,14 persen dan Rumania 1,06 persen

Selanjutnya, Spanyol 1,06 persen, Luksemburg 0,88 persen, Slovenia 0,44 persen, Yunani 0,26 persen, Bulgaria 0,26 persen, Republik Ceko 0,18 persen, Prancis 0,18 persen dan Finlandia 0,09 persen

"Peningkatan ekspor ke Eropa ini mencerminkan adanya minat dan peluang yang terus berkembang di kawasan tersebut. Namun demikian, pelaku usaha perlu segera bersiap menghadapi implementasi European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) yang akan mulai berlaku pada 30 Desember 2025," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.