Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sindikat Tembakau Sintetis Berhasil Dibongkar Polresta Bandarlampung.

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sindikat Tembakau Sintetis Berhasil Dibongkar Polresta Bandarlampung. Doc: Antara Foto
Ket. Polresta Bandarlampung mengungkap kos-kosan yang dijadikan home industri dalam pembuatan narkotika jenis tembakau sintesis, di Bandarlampung, Sabtu (28/6/2025).

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung mengungkap lokasi produksi ataupun pembuatan tembakau sintesis di sebuah rumah kos-kosan di ibu kota Provinsi Lampung itu.

"Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika jenis tembakau sintetis berawal dari penyelidikan polisi yang kemudian menangkap MR sebagai pembuat sekaligus kurir tembakau sintesis ini," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay di Bandarlampung, Sabtu.

Dia menjelaskan MR merupakan warga Kelurahan Kinciran, Kecamatan Pinang, Kota Tanggerang, Banten. Tersangka memproduksi atau membuat tembakau sintetis itu secara mandiri dengan bahan-bahan baku yang dipasok oleh bandar ataupun bosnya dari Jakarta.

"Tersangka ini mendapat perintah dari bandar yang saat ini masih kami lakukan pencarian dengan inisial G untuk datang dan tinggal di Bandarlmpung serta ditugaskan untuk memproduksi narkotika jenis tembakau sintetis dan cairan sintetis yang kemudian diedarkan di wilayah ini," kata dia.

Kemudian, Kapolresta Bandarlampung, tersangka telah melakukan pembuatan tembakau sintetis di Bandarlampung selama empat bulan di rumah kos yang disewakan oleh bandar berinisial G tersebut.

"Jadi dari lokasi kosan hingga bahan baku itu disediakan oleh bandar yang memerintah MR. Bahkan untuk transaksi penjualan tembakau sintesis ini juga itu diatur oleh bandar tersebut, jadi MR hanya membuat dan mengantarkan barang sesuai arahan si bos," kata dia.

Kombes Alfret mengungkapkan bahwa MR sejauh ini sudah melakukan kegiatan haramnya selama empat bulan di Bandarlampung.

"Jadi selama empat bulan tersebut MR terus memproduksi tembakau dan cairan sintesis untuk didistribusikan ke konsumen yang memesannya. Jadi memang setiap hari MR produksi dan itu cepat sekali satu minggu itu bisa menghabiskan 200 gram cairan sintesis," kata dia.

Dia pun mengatakan dalam pengungkapan kasus narkotika ini polisi menyita sejumlah barang bukti yakni total tembakau sintetis sebanyak 278.31 gram, bahan baku sintetis 97,94 gram, cairan sintetis sebanyak 240 ml, satu plastik klif berisikan kristal putih, satu plastik klif berisikan ekstasi, lima butir pil reklona.

Kemudian, satu plastik klip berisikan serbuk reklona, satu plastik klip berisikan serbuk bahan baku sintetis, empat jerigen alkohol, dua unit timbangan digital, tiga packing plastik klip, satu plastik klip berisikan papir rokok, satu plastik klip berisikan busa rokok, satu bungkus merek Harum Manis berisikan tembakau, satu buah kompor listrik, satu buah panci, satu buah alat linting, satu buah gelas ukur.

"Dari ungkap kasus ini bila dihitung kerugian yang disebabkannya mencapai Rp800.0000 dan jiwa yang bisa diselamatkan mencapai 8.000 orang," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Mensos Ajak Warga Aktif Kor...
Luar Negeri
Kepulauan Pasifik Terancam ...
Nasional
Wamendiktisaintek Sebut Tem...
Luar Negeri
Aljazair Buka Pintu Lebar I...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.