Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi atau Hilang Arah, Pertanian Harus Naik Level!

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 22:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi atau Hilang Arah, Pertanian Harus Naik Level! Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono berinteraksi dengan seorang petani padi.

JAKARTA - Hilirisasi pertanian sangat penting karena dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Dengan mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tinggi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan pendapatan petani. 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pentingnya menghentikan penjualan hasil pertanian mentah dan mendorong hilirisasi, agar nilai tambah produk meningkat serta petani lokal memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Wamentan Sudaryono menegaskan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan merupakan kunci strategis mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan dengan menjadikan petani sebagai pelaku utama dalam rantai pasok nasional.

"Indonesia memiliki potensi besar di sektor hulu, mulai dari produksi beras, jagung, kedelai, hingga komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, gula, kopi, dan kakao," kata Wamentan Sudaryono, di Jakarta, Kamis (10/7).

Namun, kata Wamentan lagi, potensi tersebut harus terus dikembangkan dengan memperkuat rantai hilir untuk bisa dimanfaatkan secara maksimal demi kemakmuran rakyat Indonesia.

“Tanpa hilirisasi yang kuat, kita akan terus bergantung pada impor. Visi Presiden Prabowo sangat jelas Indonesia harus berdikari di bidang pangan. Untuk itu, hilirisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” ujarnya lagi.

Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, hilirisasi tidak hanya soal membangun industri pengolahan hasil panen, tetapi juga memperkuat sistem logistik, penyimpanan, distribusi, hingga pemasaran berbasis teknologi.

Hal itu dinilai penting agar nilai tambah produk pertanian bisa dinikmati oleh petani dan pelaku usaha dalam negeri, bukan justru dinikmati oleh pihak luar.

Wamentan Sudaryono juga menyebutkan keberhasilan hilirisasi akan menciptakan efek ganda bagi perekonomian desa, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan industri pangan nasional.

“Kita ingin produk-produk hasil pertanian tidak lagi dijual mentah. Kita ingin lihat beras premium dalam kemasan nasional, kopi Indonesia mendunia dengan merek lokal, dan petani kita menjadi pemain utama, bukan hanya penonton,” katanya pula.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan perguruan tinggi serta perusahaan-perusahaan BUMN untuk mengembangkan ekosistem hilirisasi pertanian yang berkelanjutan.

"Visi Presiden Prabowo yang menempatkan swasembada pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional, harus dimulai dari desa, dari sawah, dan dari pabrik pengolahan milik rakyat sendiri," kata dia.

"Dengan begitu Indonesia bisa menjadi negara kuat, maju, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya," kata Wamentan Sudaryono menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.