Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Cuaca Ekstrem, Dinas Siagakan 1.175 Pompa

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Cuaca Ekstrem, Dinas Siagakan 1.175 Pompa Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Anak-anak menaiki perahu saat mengikuti sesi edukasi tanggap bencana banjir di Galeri Literasi BPBD Jakarta, Gambir, Jakarta, Kamis (10/7). BPBD menyediakan ruangan simulasi tanggap kebencanaan untuk menghadapi gempa bumi, kebakaran dan banjir.

JAKARTA – Hujan dan banjir tentu masih akan melanda Jakarta. Bahkan menurut BMKG kota besar ini masih harus menghadapi cuaca ekstrem sampai akhir pekan.

Untuk mengantisipasi berbagai bencana, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta siaga penuh dengan menyiapkan 602 unit pompa stasioner. Mereka disebar di 205 lokasi dan 573 unit pompa mobile tersebar di lima wilayah sebagai upaya mitigasi banjir.

Hal itu dilakukan Dinas SDA sebagai tindak lanjut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan wilayah Jabodetabek bakal dilanda cuaca ekstrim dalam sepekan ke depan. “Pompa mobile ini untuk menjangkau lokasi banjir atau genangan yang tidak ada pompa stasioner,” jelas Sekretaris Dinas SDA, Hendri, Kamis.

Selain pompa, Dinas SDA juga menyiagakan sekitar 7.000 personel pasukan biru di lapangan untuk penanganan cepat saat terjadi genangan maupun banjir. Tak hanya itu, upaya pengerukan sungai, kali, hingga waduk juga terus dilakukan untuk memastikan saluran air berfungsi optimal.

Hingga awal Juli, volume pengerukan di lima wilayah Jakarta telah mencapai lebih dari 400.000 meter kubik. “Total ada 204 titik pengerukan yang tersebar di Jakarta Timur, Barat, Utara, Selatan, dan Pusat,” kata Hendri. Hendri juga terus mengoptimalkan infrastruktur pengendali banjir berupa 47 waduk, situ, dan embung, serta 52 polder yang berfungsi menampung dan mengendalikan air saat debit tinggi.

Di sisi lain, teknologi sistem Supervisory Control and Data Acquisition (Scada) juga diandalkan untuk memantau dan mengendalikan pompa secara otomatis dari jarak jauh, sekaligus mendukung sistem peringatan dini banjir.

Kali Krukut

Sementara itu, SDA Jakarta Pusat optimistis pengerukan anak Kali Krukut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025 sebagai upaya mengatasi persoalan banjir. “Kami optimistis secara bertahap pengerukan anak kali Krukut sepanjang satu kilometer selesai akhir tahun,” jelas Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Sudin SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurutnya, panjang pengerukan kali sekitar satu kilometer dimulai dari Jalan Lontar Raya atau samping kantor Kelurahan Kebon Melati hingga Pintu Air Krukut. “Pengerukan aliran anak Kali Krukut dengan kedalaman dua hingga tiga meter,” ujarnya.

Citrin juga menjelaskan banyaknya bangunan warga yang berdiri di atas bantaran anak Kali Krukut, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang membuat beberapa titik pengerukan dilakukan secara manual. “Kami juga terjunkan 20 petugas biru dalam melakukan pengerukan kali secara manual,” ujarnya.

Dia menjelaskan kendala besar yang dihadapi saat pengerukan di aliran anak Kali Krukut segmen Jalan Lontar Raya hingga pintu air Krukut, tidak adanya jalan inspeksi. Selain itu, juga banyak jembatan penghubung serta jamban. “Semua ini menyulitkan mobilitas alat berat spider untuk mengeruk,” ucap Citrin. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Daerah
Anggota Paskibraka Situbond...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.