Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HIMPSI dan Kemendikdasmen Sukses Selenggarakan “Training as Healing” bagi Guru Penyintas Bencana Sosial di Papua

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 15:04 WIB | Oleh:
HIMPSI dan Kemendikdasmen Sukses Selenggarakan “Training as Healing” bagi Guru Penyintas Bencana Sosial di Papua Doc: Dok. Istimewa

JAYAPURA - Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) bersama Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK–PLK) Kemendikdasmen resmi menutup kegiatan Training as Healing pada Jumat, 20 Juni 2025. 

Penutupan dilakukan oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi PapuaJunus Simangunsong. Selama empat hari (17–20 Juni 2025), program ini menjangkau 80 peserta—mayoritas guru penyintas bencana sosial Maret 2025 di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan—serta pegawai unit terkait di bawah PK–PLK. Para peserta berasal dari sejumlah titik pengungsian: Sentani, Dekai, dan Wamena.

“Pemulihan psikologis adalah fondasi bagi keberlanjutan pendidikan di daerah terdampak bencana. Melalui Training as Healing, kami memastikan guru-guru kembali mengajar dengan ketahanan mental yang lebih baik—dan bahkan menjadi agen pemulihan di komunitasnya,” kata Ketua Umum HIMPSI Pusat Andik Matulesy dalam keterangan tertulisnya, kemarin

Program ini digelar oleh Korps Relawan Bencana (KRESNA) HIMPSI. Materi disampaikan oleh tim psikolog KRESNA HIMPSI Pusat dan fasilitator HIMPSI Wilayah Papua, mencakup:
• Pengenalan dampak psikologis bencana sosial
• Teknik pemulihan diri dan komunitas
• Persiapan psikologis untuk kembali ke lingkungan asal
• Pengenalan Psychological First Aid (PFA) melalui simulasi dan permainan terapeutik

Seorang guru peserta dari Dekai mengungkapkan, “Saya datang untuk mengalahkan rasa takut. Sekarang saya lebih tenang, sudah bisa tidur nyenyak, dan siap kembali lingkungan saya. Metode dan permainan di pelatihan ini sangat membantu.”

Ketua Umum KRESNA sekaligus Ketua IV HIMPSI Pusat, Anrilia E.M. Nindyah, turut hadir dan menegaskan komitmen HIMPSI: “Pemulihan psikologis bukan sekadar pelengkap dalam penanganan bencana—melainkan kebutuhan utama bagi keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.”

Dengan berakhirnya program ini, seluruh peserta dinyatakan siap kembali ke lingkungan masing-masing sembari membawa keterampilan PFA untuk mendukung pemulihan komunitas.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.