Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia Khawatir Beban Utang RI Meningkat di Tengah Tekanan Ekonomi Global

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 01:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Dunia Khawatir Beban Utang RI Meningkat di Tengah Tekanan Ekonomi Global Doc: antara
Ket. Bank Dunia dalam Laporan Prospek Ekonomi Indonesia edisi Juni 2025 menyoroti posisi utang Pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

JAKARTA - Bank Dunia dalam Laporan Prospek Ekonomi Indonesia edisi Juni 2025 menyoroti posisi utang Pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Lembaga tersebut khawatir beban utang Indonesia akan meningkat karena tuntutan kenaikan imbal hasil obligasi di saat tekanan ekonomi global meningkat. 

Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Habib Rab dalam laporan itu menyatakan fakta menunjukkan spread obligasi juga cenderung meningkat, terutama ketika suku bunga secara umum tetap tinggi secara global, sehingga meningkatkan biaya pinjaman ketika ketidakpastian meningkat.

Meskipun rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini masih berada di bawah 40 persen, tetapi bunga utang Indonesia belum berada dalam batas aman. Dalam hal ini, dibutuhkan peningkatan pendapatan negara agar kemampuan membayar utang bisa meningkat.

“Adapun rasio bunga utang terhadap pendapatan di Indonesia sekitar 20 persen dibandingkan dengan rata-rata negara berpenghasilan menengah ke atas sekitar 8,5 persen,” jelas Habib Rab.

Apalagi penerimaan negara masih berada dalam kondisi tidak optimal. Pembayaran utang dilakukan dari pendapatan negara. Saat penerimaan negara sedang dalam kondisi terbatas, maka kemampuan membayar pajak juga akan terimbas.

Hal tersebut disebabkan pasar keuangan yang dangkal, sehingga perusahaan tidak memanfaatkan sistem keuangan untuk transaksi, investasi, atau operasi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi pembiayaan utang yang mencapai per 31 Mei 2025 mencapai 349,3 triliun rupiah atau lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni 132,16 triliun rupiah pada 2024, lalu 150,39 triliun rupiah pada 2023, dan 90,97 triliun rupiah pada 2022. Pembiayaan utang saat ini, hampir setara saat pandemi tahun 2020 yang mencapai 360,66 triliun rupiah.

Secara persentase dari rencana pembiayaan utang, realisasinya sudah mencapai 45,02 persen dari target setahun sebesar 775,87 triliun rupiah. Pencapaian tersebut paling tinggi selama kurun waktu serupa dibanding tahun tahun sebelumnya yaitu 20,4 persen pada 2024, 21,6 persen di 2023, 9,3 persen pada 2022, 28 persen pada 2021, dan 35,8 persen pada 2020.

Berhati-hati

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko yang diminta pendapatnya mengatakan utang pemerintah bagi suatu negara, sebenarnya bukan sesuatu yang buruk untuk dilakukan. Namun tentu saja dengan manajemen utang yang berhati hati.

“Bagi suatu negara utang menjadi bagian dari kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan. Tanpa utang, dengan kemampuan meningkatkan penerimaan pajak dan bukan pajak yang terbatas, akan sulit melakukan pembangunan dan pertumbuhan yang tinggi,” kata Suhartoko.

Namun dalam berutang perlu memperhatikan yang pertama adalah imbal hasilnya harus relatif rendah. “Untuk menurunkan imbal hasil, perlu upaya menurunkan inflasi untuk kestabilan nilai tukar. Selain itu perlu menekan risiko ekonomi, keuangan dan politik,” jelas nya.

Kedua, berkaitan dengan kemampuan membayar utang dan bunganya. Penggunaan utang harus mampu meningkatkan keadilan di masyarakat dan selanjutnya meningkatkan kemampuan membayar pajak ke depannya.

Ketiga, perlu mengatur masa jatuh temponya jangan sampai terkonsentrasi pada tahun atau periode tertentu. “Jika ini terjadi akan memberatkan atau mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan,”ungkap Suhartoko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

31 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.