Bank Dunia Khawatir Beban Utang RI Meningkat di Tengah Tekanan Ekonomi Global
📅 Kamis, 26 Jun 2025, 01:40 WIB | Oleh: Tim RedaksiTerakhir, perlu pengawasan penggunaan utang agar digunakan dengan benar dan dikenakan punishment yang berat jika terjadi penyelewengan. Utang tambahnya harus untuk kegiatan produktif, jangan berutang untuk menutupi utang lama.
Paling tidak, keseimbangan primer masih positif, sehingga masih ada pendapatan untuk membayar pokok utang dan bunganya. Jika keseimbangan primer negatif, maka penggunaan utang untuk hal hal yang produktif berkurang, karena utang juga untuk membiayai pengeluaran rutin dan operasional pemerintah.
Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan meskipun rasio utang terhadap PDB berada di bawah 40 persen, tidak dapat dimaknai bahwa risiko fiskal sepenuhnya terkendali.
“Tekanan ekonomi global dapat membuat biaya bunga naik signifikan, dan ini dapat memangkas ruang fiskal untuk kebutuhan pembangunan prioritas, termasuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan daerah,” kata Badiul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab itu, perlu disiplin fiskal yang lebih kuat guna memastikan bahwa setiap penarikan utang dilakukan dengan perencanaan matang dan digunakan untuk kebutuhan yang berdampak nyata bagi pertumbuhan dan pemerataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!