Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PHR Redam Konflik Satwa dengan Manusia Lewat Program Sahabat Gajah di Riau

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 14:20 WIB | Oleh:
PHR Redam Konflik Satwa dengan Manusia Lewat Program Sahabat Gajah di Riau Doc: antara foto
Ket. Satwa liar gajah yang sering konflik dengan manusia di Pekanbaru, Riau.

PEKANBARU - Perusahaan Minyak Bumi dan Gas Pertamina Hulu Rokan (PHR) berupaya meredam konflik satwa dengan manusia melalui program sahabat gajah di Provinsi Riau, bekerja sama dengan kelompok tani yang ada di sekitar kantong-kantong mamalia besar tersebut.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra Iwan Ridwan Faizal menjelaskan, upaya-upaya konkret tersebut merupakan implementasi dari program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat.

PHR terus berupaya melindungi dan melestarikan gajah dan habitatnya. “Gajah adalah hewan yang penting bagi ekosistem, dan mereka memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Kegiatan edukasi konservasi satwa dan ekosistem, pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembinaan habitat serta agrosilvopastural yang dikembangkan PHR mampu mengurangi interaksi negatif dan menciptakan harmonisasi antara gajah dan manusia,” kata Iwan di Pekanbaru, Rabu (25/6).

Inisiatif program konservasi multispesies ini memiliki dampak yang multi dimensi.

Selain mendukung pengurangan emisi karbon melalui penanaman pohon, menjaga keanekaragaman hayati, memberdayakan ekonomi masyarakat, juga memperbesar ruang di mana gajah dapat diterima oleh masyarakat.

Dengan demikian ruang-ruang yang berpotensi konflik akan mengecil.

Seorang petani sekaligus Sekretaris Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya Suparto memiliki lahan dan perkebunan di area yang bersempadan dengan kantong gajah Balairaja, Kabupaten Bengkalis.

Suparto awalnya ikut-ikutan menggunakan petasan jumbo untuk mengusir kawanan gajah liar.

Akan tetapi, seiring meningkatnya kesadaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, ia pun mulai meragukan efektivitas cara yang justru menyakiti hewan mamalia tersebut.

"Kami sadar bahwa gajah juga punya hak untuk hidup dan mencari makan. Dulu kami sering berinteraksi negatif dengan gajah, tapi sekarang kami bisa hidup berdampingan," ujar Suparto.

Suparto adalah satu dari puluhan masyarakat yang tergabung dalam KTH Alam Pusaka Jaya yang sadar untuk menciptakan harmonisasi tersebut.

Pola pikir mereka berubah sejak teredukasi dalam program Konservasi Multispesies PHR yang menggandeng Rimba Satwa Foundation (RSF) sebagai pelaksana kegiatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.