Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Berencana Pangkas Anggaran Program Makanan Gratis, Tetap Targetkan 83 Juta Penerima

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Pemerintah Berencana Pangkas Anggaran Program Makanan Gratis, Tetap Targetkan 83 Juta Penerima Doc: Reuters
Ket. Presiden Prabowo Subianto mengakui tantangan dari program makanan gratis ini sekaligus menggambarkannya sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengumumkan pemangkasan anggaran untuk program makanan gratis nasional yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Meski tetap ditargetkan menjangkau 83 juta penerima, revisi anggaran diharapkan dapat memberikan ruang fiskal di tengah tantangan defisit yang membayangi.

Menurut Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, anggaran program untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp350 triliun (sekitar US$21 miliar), atau turun 22 persen dari rencana awal. Sementara itu, anggaran tahun 2024 juga dikurangi menjadi sekitar US$7,5 miliar, lebih rendah 29 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Meski terjadi pengurangan, program ini masih berpotensi menjadi program makanan gratis termahal kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (US$29,4 miliar pada 2023), dan mengungguli Prancis (sekitar US$10 miliar).

Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi selama lima hari per minggu bagi pelajar, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Pemerintah juga tengah berupaya untuk meningkatkan jumlah penerima dari 5 juta menjadi 83 juta orang hingga akhir 2025. Namun, tantangan logistik di negara kepulauan seperti Indonesia, ditambah kasus keracunan makanan dan minimnya dapur umum aktif, membuat pelaksanaan program jauh dari mudah.

Saat ini, baru sekitar 1.900 dari 32.000 dapur umum yang beroperasi. Pemerintah pun melibatkan 30.000 sarjana muda untuk menjadi manajer dapur sebagai percepatan. Investasi swasta di dapur umum juga lambat, karena biaya per unit mencapai US$183.000, dengan estimasi balik modal dua tahun, membuat investor memilih bersikap wait and see.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan program, Indonesia tengah menggenjot produksi dan bersiap mengimpor hingga 1,5 juta sapi perah guna menutup kekurangan pasokan susu. Negara-negara seperti Australia, Brasil, dan Selandia Baru menjadi kandidat sumber impor.

Meski belum mendapat penolakan politik serius, sejumlah pihak mempertanyakan kelayakan fiskal program ini. Analis dari Nomura Holdings Inc. memperkirakan defisit fiskal Indonesia akan menyentuh 2,9% dari PDB tahun ini, lebih tinggi dari target 2,5% dan mendekati batas maksimum 3,0% yang diatur undang-undang. Mereka juga memprediksi pemerintah akan mengumumkan revisi proyeksi defisit fiskal pada Juli, saat evaluasi anggaran tengah tahun dilakukan.

Menanggapi kritik terhadap program, Presiden Prabowo menyatakan tekadnya untuk menjadikan inisiatif ini sukses.

“Banyak orang sudah menyatakan banyak hal negatif… Kita perlu membuktikan bahwa mereka salah. Kami akan menyebutnya sukses, Insya Allah, pada Desember 2025,” ujarnya dalam rapat kabinet.

Meskipun menghadapi tantangan besar, program makanan gratis ini digambarkan sebagai investasi jangka panjang demi masa depan kesehatan dan kesejahteraan generasi muda Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.