Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Latih Membatik, Pemkab Mojokerto Angkat Potensi Perempuan Lokal

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Latih Membatik, Pemkab Mojokerto Angkat Potensi Perempuan Lokal Doc: Antara
Ket. Pelatihan membatik yang diikuti oleh perempuan di Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/6).

Surabaya - Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terus berupaya memberdayakan perempuan agar bisa meningkatkan perekonomian salah satunya dengan memberikan pelatihan membatik

Wakil Bupati Mojokerto Rizal Octavian, di Mojokerto, Rabu (25/6), mengatakan pelatihan batik canting sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan kaum perempuan.

"Besar harapan kami dengan kegiatan (pelatihan) ini dapat menambah keahlian dan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi para peserta pada khususnya dan masyarakat Kelurahan Sarirejo pada umumnya," kata dia di sela pelatihan yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Ia mengemukakan, dengan adanya pelatihan yang ditujukan untuk para ibu dan Tim Penggerak(TP) PKK Kelurahan Sarirejo itu diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi para peserta dan masyarakat.

"Batik memiliki potensi yang cukup besar baik dari segi budaya dan kearifan lokal maupun dari segi finansial," katanya.

Ia mengatakan bahwa batik tulis atau batik canting memiliki nilai jual yang lebih mahal karena dalam proses pembuatannya menggunakan canting untuk menggambar motif di kain yang membutuhkan keahlian, ketelitian, dan kesabaran tinggi dari pembatik.

"Pelatihan ini terdapat poin yang istimewa yaitu penggunaan canting sebagai alat membatik. Hal ini dapat menjadi nilai tambah ekonomis pada batik yang dihasilkan karena proses pembuatannya membutuhkan waktu dan ketekunan yang lebih daripada batik cap," ucapnya.

Ia mengingatkan batik merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang sudah diakui oleh dunia, sehingga ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling bersinergi demi kelestarian budaya dan tradisi, termasuk batik.

"Pada tahun 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan kemanusiaan untuk lisan dan nonbenda. Pengakuan ini mengukuhkan batik sebagai warisan budaya, sehingga perlu sinergi dan kerja sama antarpemangku kepentingan dalam pelestarian budaya, salah satunya batik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.