Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Homo Juluensis si “Kepala Besar” Spesies Baru Manusia Purba

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 07:34 WIB | Oleh:
Homo Juluensis si “Kepala Besar” Spesies Baru Manusia Purba Doc: Foto: Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok
Ket. Para peneliti mengekstraksi DNA dari sejumlah kecil plak pada satu-satunya gigi geraham yang masih ada di kerangka tersebut.

DALAM ilmu paleoantropologi sejauh ini hanya dikenal tiga spesies manusia purba yaitu Neanderthal, Homo Sapiens, dan Denisova. Dari ketiganya, Homo Sapiens dianggap sebagai manusia modern dalam kelompok yang bermigrasi keluar dari Afrika.

Namun, menurut penelitian baru di Tiongkok, jumlah spesies manusia prasejarah mungkin bertambah berkat identifikasi yang dilakukan terhadap spesies baru manusia purba yang diberi nama Homo juluensis yang berarti “kepala besar” dalam bahasa Mandarin.

Tetapi seperti apakah spesies baru ini dan bagaimana spesies ini membantu para paleoantropolog memahami variasi hominin pada zaman Pleistosen Tengah sekitar 300.000 hingga 50.000 tahun yang lalu?

Setelah nenek moyang Homo sapiens berevolusi sekitar 300.000 tahun yang lalu, mereka dengan cepat menyebar dari Afrika ke Eropa dan Asia. Selama beberapa dekade, paleoantropolog telah mencoba mencari tahu bagaimana hominin berevolusi sebelum kedatangan manusia modern, khususnya sekitar 700.000 dan 300.000 tahun yang lalu, ketika banyak manusia purba lainnya ada.

Misalnya, para antropolog telah menemukan fosil dari spesies seperti Homo heidelbergensis di Eropa barat dan Homo longi di Tiongkok tengah. Namun demikian tidak semua orang setuju jika keduanya dikategorikan dalam manusia purba baru atau mewakili spesies yang berbeda.

Dalam tulisannya tentang bukti fosil hominin dari Tiongkok di jurnal The Innovation in 2023, Christopher Bae, seorang antropolog di University of Hawaii di Manoa dan Xiujie Wu, seorang paleoantropolog di Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Chinese Academy of Sciences dan rekan-rekannya, menulis bahwa terus menggunakan istilah umum ini telah menghambat upaya untuk sepenuhnya memahami hubungan evolusi di antara nenek moyang.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Mei 2024 dalam jurnal PaleoAnthropology, Wu dan Bae menggambarkan serangkaian fosil hominin yang tidak biasa yang ditemukan beberapa dekade sebelumnya di Xujiayao di Tiongkok utara. Tengkoraknya sangat besar dan lebar, dengan beberapa ciri mirip Neanderthal. Namun, tengkorak itu juga memiliki ciri-ciri yang umum pada manusia modern dan Denisova.

“Secara kolektif, fosil-fosil ini mewakili bentuk baru hominin berotak besar (juluren) yang tersebar luas di sebagian besar Asia timur selama Kuarter Akhir [300.000 hingga 50.000 tahun lalu],” tulis mereka dalam laporan penelitian tersebut, dikutip dari Live Science.

Penulis studi mengusulkan bahwa Denisova sebenarnya adalah Homo juluensis dan penelitian ini berkontribusi pada dekolonisasi bidang tersebut sehingga Asia dapat menempati tempat yang seharusnya. Spesies hominid baru di Tiongkok yaitu Homo juluensis mengemuka pada akhir tahun ‘70-an setelah fosil milik 16 individu ditemukan di dua lokasi berbeda di Tiongkok. ? hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.