Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump: Gubernur The Fed Rugikan Ekonomi AS

📅 Senin, 23 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Trump: Gubernur The Fed Rugikan Ekonomi AS Doc: istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Jumat (21/6) menyebut Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell telah merugikan perekonomian AS karena menolak menurunkan suku bunga acuan.

Dalam unggahan panjang di platform media sosial Truth Social, ia menyatakan bahwa penurunan suku bunga ke kisaran 1-2 persen bisa menghemat pengeluaran negara hingga 1 triliun dollar AS (sekitar 16,4 kuadriliun rupiah) per tahun.

Dia menyebut Powell sebagai “orang yang tidak kompeten” dan “pembenci Trump sejati.” Dia juga menyalahkan mantan Presiden Joe Biden yang menunjuk kembali Powell sebagai gubernur The Fed.

“Saya tidak tahu kenapa Dewan Gubernur tidak membatalkan keputusan orang yang benar-benar tidak kompeten ini! Mungkin, ya mungkin, saya akan mempertimbangkan lagi keputusan untuk memecatnya? Namun yang jelas, masa jabatannya akan segera berakhir!” tulis Trump.

Pada Rabu lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25-4,50 persen, sesuai ekspektasi pasar.

Trump telah berulang kali mendesak bank sentral itu untuk memangkas suku bunga, mengacu pada langkah serupa yang diambil bank-bank sentral Eropa. Dia memperingatkan bahwa penundaan bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi AS.

Trump bahkan menyebut Powell sebagai “orang yang tidak cakap” dan menyatakan sedang mempertimbangkan untuk menunjuk dirinya sendiri sebagai gubernur The Fed karena tidak puas dengan kinerja Powell.

Kritik Trump terhadap Powell bukan hal baru. Selama menjabat, ia berkali-kali menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga lebih jauh demi memacu pertumbuhan ekonomi. Pandangan Trump ini kerap berseberangan dengan prinsip independensi bank sentral yang dipegang teguh oleh The Fed. Pernyataan terbarunya ini kembali memicu perdebatan mengenai peran dan pengaruh politik terhadap kebijakan moneter di AS.

Sementara itu The Fed sendiri bakal tetap membuka ruang pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Ketua The Fed Jerome Powell mengingatkan bahwa risiko inflasi masih tinggi akibat pemberlakuan tarif impor baru oleh pemerintahan Trump, yang efeknya diperkirakan baru terasa dalam beberapa bulan mendatang.

Di tengah ketidakpastian tersebut, beberapa analis seperti dari Morgan Stanley dan JPMorgan memperkirakan suku bunga bisa tetap tinggi hingga 2026 apabila inflasi tidak melandai. Namun, peluang pelonggaran tetap terbuka bila pasar tenaga kerja AS melemah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Cegah Stunting, Dinkes Baubau Manfaatkan Aplikasi REMILA

26 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Cegah Stunting, Dinkes Baub...
Nasional
Kapolda Metro Jaya Minta Po...
Nasional
Wamentan Muhammad Saleh Mus...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.